Atap ruang kelas 6 SDN Konang 4 ambruk, pada Kamis, 30/07/2026, pada jam pelajaran Sekolah. Untungnya, tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Empat hari sebelum ruang kelas 6 SDN Konang 4 ambruk, tanda-tanda kerusakan pada bangunan sekolah yang berlokasi di Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, itu sebenarnya sudah mulai tampak.
Sekolah ini sendiri memiliki enam ruang kelas yang tersebar di dua bangunan lokal.
Lokal A menampung kelas 1, 2, dan 6, sekaligus difungsikan pula sebagai ruang guru melalui sekat pemisah. Adapun lokal B digunakan untuk kelas 3, 4, dan 5.
Salah satu guru SDN Konang 4, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa para guru dan wali murid sebenarnya sudah menyadari adanya tanda kerusakan jauh sebelum ruang kelas itu ambruk.
Pasalnya, kondisi ruang kelas memang sudah tidak layak pakai selama bertahun-tahun.
Ia menyebutkan, gejala akan ambruknya ruang kelas mulai tampak sejak hari Senin, 27/07/2026, ditandai dengan sejumlah bagian atap di bangunan lokal A yang mulai bergeser dan berjatuhan.
"Bahkan, saat senin itu ayam dan kucing yang biasa ada di sekitar bangunan berlari, mungkin karena hewan lebih peka kalau ada suara kerusakan bangunan," ujar Abdul Aziz, hari Jumat, 31/07/2026), dilansir dari Kompas.com.
Menyikapi tanda-tanda tersebut, para guru pun berinisiatif memindahkan bangku dan smartboard dari ketiga ruang kelas di bangunan lokal A.
"Kami pindahkan barang-barang yang mudah dipindah-pindah. Kalau seperti lemari karena berat, kami tidak pindah. Bahkan, ada satu lemari yang menempel di dinding itu, saat kami mau pindah ternyata dindingnya ikut gerak, jadi kami tidak jadi pindahkan," bebernya.
Setelah itu, bangunan di lokal A tersebut tak lagi digunakan untuk belajar. Namun, para siswa masih kerap bermain di sekitar bangunan tersebut.
"Dan kami untuk latihan gerak jalan juga ada yang di sana karena halamannya luas," katanya.
Anak-anak Dipulangkan Lebih Cepat
Rasa khawatir bangunan sekolah akan ambruk juga dirasakan para wali murid bahkan sebelum kejadian itu terjadi.
Kekhawatiran itulah yang membuat mereka meminta pihak sekolah memulangkan para siswa lebih awal pada hari Kamis pagi, 30/07/2026.
"Jam 9.30 WIB, kami pulangkan siswa lebih awal karena khawatir siswa bermain di sekitar bangunan," ucap Abdul Aziz.
Tak pelak, pada pukul 11.00 WIB, para guru mendengar suara retakan bangunan. Mereka dan masyarakat yang ada di sekitar bangunan segera berlari menjauh dari bangunan.
"Jadi kami langsung menyelamatkan sepeda yang terparkir di sekitar sekolah. Karena kami belum pulang karena harus absensi sampai waktu pulang," tandasnya.
Dalam sekejap, ruang kelas 6 yang juga digunakan sebagai ruang guru ambruk hingga rata dengan tanah.
"Kami juga khawatir kelas lain akan ambruk juga karena sudah rusak. Untuk bangunan lokal B kondisinya juga sama," tuturnya.
Sehingga, demi keamanan, kegiatan belajar mengajar seluruh siswa sebanyak 47 anak akan dipindahkan ke tempat lain pada hari Jumat, 31/07/2026.
"Untuk KBM tetap akan kami laksanakan. Insya Allah KBM akan kami laksanakan di tempat yang aman. Apakah itu di rumah warga atau di mana masih akan kami koordinasikan dengan Disdik untuk mendapatkan petunjuk dan arahan," pungkas Abdul Aziz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/SDN-Konang-4-di-Bangkalan-ambruk-pada-Kamis-3072026.jpg)
No comments:
Post a Comment