Laman

Saturday, 31 January 2026

Ada Apa Dua Pejabat OJK disusul Dirut BEI Mengundurkan diri

Ada Apa Dua Pejabat OJK disusul Dirut BEI Mengundurkan diri

Ada Apa Dua Pejabat OJK disusul Dirut BEI Mengundurkan diri




Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesai (BEI) Imam Rachman (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan saa(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.)






Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mundur dari jabatannya pada Jumat petang, 30 Januari 2026. Selain Mahendra, OJK juga mengumumkan pengunduran diri Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi.







Pejabat OJK yang juga ikut melepas jabatan adalah Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara. Termasuk, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.


Mahendra dan Inarno sempat menggelar konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat siang. Keduanya merespons pertanyaan wartawan, termasuk soal Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman yang mengumumkan pengunduran diri pada Jumat pagi sebelumnya.


Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral. “Untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan,” ucapnya lewat keterangan resmi, pada hari Jumat, 30/01/2016.


Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman mengatakan:"Presiden harus memgambil langkah yang strategis dalam transisi kepemimpinan ini," dalam Breaking NELews di medi TV, pada hari Jumat, 30/01/2026.


Menurut Rizal, langkah strategis sangat diperlukann. Karena, kekosongan kepemimpinan di OJK sampai BEI sangat memengaruhi jalannya pasar saham.


"Kalau pun belum definitif, ya pelaksana tugasnya dulu. Karena market butuh institusi, khususnya di pengendalian," kata Rizal.


"Kalau tidak secepatnya ditangani, jadi bumerang," tegas Rizal.


Dia mengatakan figur yang tepat mesti menjadi pengganti para punggawa yang mundur. Kriterianya, kata Rizal, mereka yang dikenal market.


"Yang jelas dia betul-betul paham, profesional, secara teknis menguasai, dan dia sangat dekat dengan pasar," kata Rizal.



Purbaya Menerangkan soal Pengunduran diri Tersebut



Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Dirut BEI Iman Rachman sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG dua hari terakhir karena kelalainnya.


Purbaya menekankan amblasnya IHSG akibat kelalaian Iman dalam menindaklanjuti pertanyaan dan masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu faktor yang memperburuk tekanan pasar modal Indonesia. Akibatnya, MSCI membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham RI sehingga pasar 'bergemuruh'.


"Dia kan tidak mem-follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal sehingga kita mengalami koreksi mendalam kemarin. Yang kalau nggak cepat dibetulkan bisa mengganggu yang lain-lain," ujar Purbaya usai menghadiri rapat bersama pimpinan Danantara di Kantor Danantara, Jakarta, pada hari Jumat, 30/01/2026.


Purbaya menilai pengunduran diri Iman Rachman sebagai langkah yang tepat untuk merespons kondisi pasar modal kemarin.


"Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin," tambahnya.


Purbaya juga meminta investor untuk tetap tenang menghadapi gejolak pasar. Ia menegaskan pemerintah secara aktif mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kepercayaan pasar modal dan menjaga likuiditas.


"Kalau saya pikir ini sinyal yang positif. Artinya investor di pasar modal maupun di real sektor, melihat bahwa kita menghandle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik" kata dia.


Dirut BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri pada Jumat (30/1), menyusul anjloknya IHSG yang dipicu oleh pembekuan sementara saham-saham Indonesia dalam indeks MSCI.


"Saya sebagai direktur dan utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia," ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI.



Analis Nilai Ramainya Pengunduran Diri Tokoh Pasar Modal Sebagai Upaya Menjaga Kredibilitas



Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai mundurnya sejumlah pimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bukanlah sesuatu yang luar biasa dalam konteks tata kelola pasar modal.


“Ini dinamika market yang wajar. Yang terpenting sekarang adalah cepat mencari pengganti,” kata Nafan saat dihubungi di Jakarta, pada hari Jumat, 30/01/2026.


Menurut Nafan, proses pergantian kepemimpinan justru dapat menjadi sarana untuk menjaga integritas, kompetensi, dan kredibilitas lembaga pasar modal. Ia menekankan bahwa figur pengganti harus memiliki rekam jejak kuat serta dapat diterima oleh pelaku pasar.


Nafan menegaskan, pasar membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika global, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi domestik. Kombinasi pengalaman internasional dan nasional dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar modal Indonesia.


Selain itu, pelaku pasar juga menantikan langkah-langkah konkret yang akan ditempuh oleh pimpinan baru, baik di BEI maupun OJK. Kebijakan yang bersifat pro-market menjadi harapan utama agar kepercayaan investor dapat segera pulih di tengah volatilitas pasar.


“Figur pengganti diharapkan memiliki integritas, kompetensi, serta kredibilitas yang kuat di mata pelaku pasar,” ujar Nafan.


OJK diminta tetap optimal awasi pasar Terkait peran OJK, Nafan mengingatkan bahwa otoritas harus tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap self regulatory organization (SRO) secara optimal, khususnya di sektor pasar keuangan dan pasar modal. Menurutnya, kesinambungan pengawasan menjadi kunci agar stabilitas sistem tetap terjaga meski terjadi pergantian pimpinan.


Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan kepemimpinan menjelang rencana pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (1/2). Jika belum ada penunjukan definitif, penunjukan pimpinan sementara atau ad interim dinilai dapat menjadi solusi agar agenda strategis tetap berjalan.
































No comments:

Post a Comment