Laman

Sunday, 1 February 2026

Parlemen Iran Mencap Pasukan Uni Eropa sebagai Organisasi Teroris - Ketua Parlemen

Parlemen Iran Mencap Pasukan Uni Eropa sebagai Organisasi Teroris - Ketua Parlemen

Parlemen Iran Mencap Pasukan Uni Eropa sebagai Organisasi Teroris - Ketua Parlemen




Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, File foto






Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Minggu mengatakan, bahwa angkatan bersenjata negara-negara Uni Eropa sebagai organisasi teroris sebagai bentuk balasan atas keputusan Uni Eropa terkait Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kata







"Menurut Pasal 7 Undang-Undang Penanggulangan, sebagai tanggapan atas penetapan IRGC oleh Uni Eropa sebagai organisasi teroris, angkatan bersenjata negara-negara Uni Eropa dianggap sebagai kelompok teroris, dan konsekuensi dari tindakan ini akan ditanggung oleh Uni Eropa," kata Ghalibaf seperti dikutip oleh perusahaan penyiaran negara Iran.


Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Iran akan mengatasi sanksi yang diberlakukan Uni Eropa dan bahwa setiap serangan baru akan menghadapi respons yang lebih keras, dengan alasan peningkatan kesiapan angkatan bersenjata Iran.


Pada 13 Juni 2025, Israel melakukan serangan udara mendadak yang menargetkan situs militer dan fasilitas nuklir Iran, termasuk Natanz, diikuti oleh serangan rudal balasan Iran terhadap target militer Israel. Eskalasi tersebut mencakup serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, dan Garda Revolusi Iran kemudian mengumumkan serangan balasan terhadap pangkalan Al Udeid di Qatar, sebelum gencatan senjata antara Iran dan Israel.























No comments:

Post a Comment