Friday, 31 July 2026

Petaka Baru Hantam Amerika Serikat, Fasilitas Air Negara Ini Terancam Lumpuh Total

Petaka Baru Hantam Amerika Serikat, Fasilitas Air Negara Ini Terancam Lumpuh Total

Petaka Baru Hantam Amerika Serikat, Fasilitas Air Negara Ini Terancam Lumpuh Total




Serangan siber ke AS menargetkan infrastruktur air di Minneapolis.






Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjalar kian agresif ke ranah siber. Badan Pertahanan Siber Sipil AS (Cybersecurity and Infrastructure Security Agency/CISA) mengeluarkannya peringatan darurat bagi seluruh operator fasilitas air minum dan pengolahan limbah di AS untuk segera memutuskan sistem operasional mereka dari jaringan internet. Langkah drastis ini diambil setelah gelombang serangan siber terkoordinasi bertubi-tubi mengincar infrastruktur vital negara tersebut.







Laporan terbaru dari Biro Investigasi Federal (FBI) mengonfirmasi bahwa perusahaan utilitas air di sedikitnya tujuh negara bagian AS telah menjadi korban penyerangan. Imbasnya, di beberapa titik, fasilitas operasional air mengalami penurunan kinerja hingga kelumpuhan fungsi.


"Pengoperasian air terganggu (degraded water operations) di beberapa lokasi akibat serangan ini," tegas FBI dalam pernyataan resminya.


Pejabat dan tim penyidik AS menyebut dalang di balik peretasan masif ini mengarah kuat pada kelompok hacker yang terafiliasi dengan pemerintah Iran. Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah badan TI Negara Bagian Minnesota melaporkan bahwa lebih dari 30 sistem air komunitas di wilayahnya dihantam serangan siber terencana pada 26-27 Juli lalu.



Sistem Komputer Dikunci, Pasokan Air Alami Kebocoran dan Banjir



Meski pejabat lokal memastikan kualitas dan keamanan air minum warga belum tercemar, dampak fisik dari peretasan ini sangat mengkhawatirkan.


CISA mengungkap peretas dalam beberapa kasus berhasil mengubah kata sandi sistem, mengunci akses operator, hingga memutuskan perangkat pengendali dari jaringan utama. Akibatnya, sistem otomatis mati total dan petugas terpaksa beralih ke mode operasional manual secara berkepanjangan.


Bahkan, dokumen laporan korban ke FBI menunjukkan dampak operasional yang lebih parah di sejumlah area, mulai dari penurunan tekanan air secara drastis hingga insiden banjir.


Penyelidikan mendapati sasaran utama peretas adalah perangkat Programmable Logic Controllers (PLC)-sistem komputer yang digunakan operator untuk mengendalikan dan memantau peralatan air secara jarak jauh.



Eskalasi Perang AS-Iran Berpindah ke Ranah Siber



Mantan Pejabat Senior Keamanan Siber FBI, Cynthia Kaiser, menilai penyerangan infrastruktur di Minnesota merupakan kelanjutan dan bentuk eskalasi dari kampanye siber Iran yang sebelumnya sudah dipetakan oleh Intelijen AS (FBI, CISA, dan NSA).


"Fakta bahwa pemerintah merilis peringatan baru mengindikasikan adanya perluasan area serangan, detail teknis baru, atau pembaruan aktivitas peretasan-dan kemungkinan besar kombinasi dari semuanya," ungkap Kaiser yang kini menjadi eksekutif di firma keamanan siber Halcyon.


Konflik siber ini berhembus kian kencang di tengah perang fisik antara AS dan Iran yang terus memanas, di mana kedua negara saling menghujani serangan rudal dan melempar ancaman penghancuran.


Aktivitas peretasan yang menyasar infrastruktur vital AS sejatinya bukan hal baru. Sebelum fasilitas air diserang, kelompok peretas yang dikaitkan dengan Teheran juga telah sukses membobol raksasa layanan medis AS, Stryker, hingga Otoritas Transportasi Metropolitan Los Angeles pada Maret lalu.



























Atap Bangunan SD di Bangkalan Ambruk Sebagian Siswa dipulangkan

Atap Bangunan SD di Bangkalan Ambruk Sebagian Siswa dipulangkan

Atap Bangunan SD di Bangkalan Ambruk Sebagian Siswa dipulangkan










Atap ruang kelas 6 SDN Konang 4 ambruk, pada Kamis, 30/07/2026, pada jam pelajaran Sekolah. Untungnya, tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban dalam insiden tersebut.







Empat hari sebelum ruang kelas 6 SDN Konang 4 ambruk, tanda-tanda kerusakan pada bangunan sekolah yang berlokasi di Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, itu sebenarnya sudah mulai tampak.


Sekolah ini sendiri memiliki enam ruang kelas yang tersebar di dua bangunan lokal.


Lokal A menampung kelas 1, 2, dan 6, sekaligus difungsikan pula sebagai ruang guru melalui sekat pemisah. Adapun lokal B digunakan untuk kelas 3, 4, dan 5.


Salah satu guru SDN Konang 4, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa para guru dan wali murid sebenarnya sudah menyadari adanya tanda kerusakan jauh sebelum ruang kelas itu ambruk.


Pasalnya, kondisi ruang kelas memang sudah tidak layak pakai selama bertahun-tahun.


Ia menyebutkan, gejala akan ambruknya ruang kelas mulai tampak sejak hari Senin, 27/07/2026, ditandai dengan sejumlah bagian atap di bangunan lokal A yang mulai bergeser dan berjatuhan.


"Bahkan, saat senin itu ayam dan kucing yang biasa ada di sekitar bangunan berlari, mungkin karena hewan lebih peka kalau ada suara kerusakan bangunan," ujar Abdul Aziz, hari Jumat, 31/07/2026), dilansir dari Kompas.com.


Menyikapi tanda-tanda tersebut, para guru pun berinisiatif memindahkan bangku dan smartboard dari ketiga ruang kelas di bangunan lokal A.


"Kami pindahkan barang-barang yang mudah dipindah-pindah. Kalau seperti lemari karena berat, kami tidak pindah. Bahkan, ada satu lemari yang menempel di dinding itu, saat kami mau pindah ternyata dindingnya ikut gerak, jadi kami tidak jadi pindahkan," bebernya.


Setelah itu, bangunan di lokal A tersebut tak lagi digunakan untuk belajar. Namun, para siswa masih kerap bermain di sekitar bangunan tersebut.


"Dan kami untuk latihan gerak jalan juga ada yang di sana karena halamannya luas," katanya.



Anak-anak Dipulangkan Lebih Cepat



Rasa khawatir bangunan sekolah akan ambruk juga dirasakan para wali murid bahkan sebelum kejadian itu terjadi.


Kekhawatiran itulah yang membuat mereka meminta pihak sekolah memulangkan para siswa lebih awal pada hari Kamis pagi, 30/07/2026.


"Jam 9.30 WIB, kami pulangkan siswa lebih awal karena khawatir siswa bermain di sekitar bangunan," ucap Abdul Aziz.


Tak pelak, pada pukul 11.00 WIB, para guru mendengar suara retakan bangunan. Mereka dan masyarakat yang ada di sekitar bangunan segera berlari menjauh dari bangunan.


"Jadi kami langsung menyelamatkan sepeda yang terparkir di sekitar sekolah. Karena kami belum pulang karena harus absensi sampai waktu pulang," tandasnya.


Dalam sekejap, ruang kelas 6 yang juga digunakan sebagai ruang guru ambruk hingga rata dengan tanah.


"Kami juga khawatir kelas lain akan ambruk juga karena sudah rusak. Untuk bangunan lokal B kondisinya juga sama," tuturnya.


Sehingga, demi keamanan, kegiatan belajar mengajar seluruh siswa sebanyak 47 anak akan dipindahkan ke tempat lain pada hari Jumat, 31/07/2026.


"Untuk KBM tetap akan kami laksanakan. Insya Allah KBM akan kami laksanakan di tempat yang aman. Apakah itu di rumah warga atau di mana masih akan kami koordinasikan dengan Disdik untuk mendapatkan petunjuk dan arahan," pungkas Abdul Aziz.







































UEFA akan boikot Piala Dunia 2030 sebagai bentuk protes terhadap rencana investasi FIFA yang kontroversial

UEFA akan boikot Piala Dunia 2030 sebagai bentuk protes terhadap rencana investasi FIFA yang kontroversial

UEFA akan boikot Piala Dunia 2030 sebagai bentuk protes terhadap rencana investasi FIFA yang kontroversial










55 asosiasi anggota sepak bola Eropa telah memilih untuk memboikot Piala Dunia jika badan pengatur olahraga tersebut melanjutkan rencana untuk menjual saham dalam kompetisinya kepada investor swasta.







Negara-negara Eropa sepakat untuk memboikot semua kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, setelah pertemuan darurat pada hari Kamis memutuskan untuk "dengan tegas menolak" rencana presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham di Piala Dunia kepada sebuah kelompok ekuitas swasta.


Usulan Infantino kemudian mendapat pukulan besar lainnya ketika badan sepak bola Amerika Utara, Concacaf, bergabung dengan mitranya di Eropa, UEFA, dalam menolak rencana tersebut.


Keputusan 55 anggota UEFA berarti bahwa negara-negara besar termasuk Jerman, Prancis, Inggris, dan juara dunia Spanyol tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia pria atau wanita selama proposal FIFA masih berlaku.


"UEFA dan asosiasi nasionalnya tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," kata UEFA dalam sebuah pernyataan.


Setelah pertemuan mereka sendiri pada hari yang sama, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCAF) yang beranggotakan 41 negara mengatakan bahwa mereka juga telah menolak proposal tersebut.


Anggota CONCAF termasuk tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Federasi Sepak Bola AS menulis di media sosial bahwa mereka "mendukung CONCAF dan anggotanya."


Spanyol, sang juara, adalah salah satu dari enam tim Eropa yang mencapai perempat final Piala Dunia musim panas ini.



Infantino mengungkapkan rencana awal pekan ini untuk menjual sebagian saham di FIFA Forward Enterprises (FFE) yang akan menghasilkan $20 miliar sebagai imbalan atas pengaruh terhadap Piala Dunia di masa mendatang, termasuk kesepakatan penyiaran dan komersial yang terkait dengan turnamen tersebut.


Upaya ini didanai oleh Joshua Kushner, saudara laki-laki Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump.


Ini menandai upaya terbaru Infantino untuk bersekutu dengan mereka yang berada di lingkaran Trump: dengan menciptakan hadiah perdamaian FIFA, membiarkan Trump ikut campur dalam proses yang menyebabkan penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun bermain di Piala Dunia, dan sekarang mencoba untuk mengikat perusahaan investasi Joshua Kushner dengan kesepakatan kepemilikan selama 12 tahun dengan badan sepak bola nirlaba yang berbasis di Swiss tersebut.


Proposal tersebut akan memicu pembayaran lebih dari $80 juta kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA antara sekarang hingga 2037. Infantino telah menetapkan batas waktu 19 September bagi asosiasi untuk menerima rencana tersebut, dengan suara mayoritas diperlukan agar rencana tersebut dapat diimplementasikan.


Setelah pertemuan virtual 55 asosiasi anggota UEFA di mana sumber-sumber mengatakan kepada ESPN bahwa lebih dari 50 asosiasi menyampaikan pendapat dan menyatakan kebulatan kemarahan mereka terhadap proposal Infantino, badan pengatur sepak bola Eropa setuju untuk memboikot semua kompetisi FIFA di masa mendatang sampai rencana penjualan tersebut dibatalkan.


Sumber-sumber mengatakan kepada ESPN pada hari Rabu bahwa potensi boikot FIFA oleh negara-negara Eropa akan berarti sepak bola wanita dapat menjadi "pion dalam politik" karena Piala Dunia berikutnya yang akan datang adalah edisi Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil.


Uji coba pertama dari sikap ini akan terjadi pada bulan September ketika Polandia dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 Wanita.


"Beberapa hal terlalu penting untuk dijual," tambah pernyataan UEFA. "Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Akan selalu begitu. Dan selama Eropa memiliki suara, itu tidak akan pernah dijual."


UEFA menambahkan bahwa kurangnya "konsultasi yang berarti" mengenai rencana FIFA adalah masalah lain, yang mereka anggap sebagai "kegagalan" oleh badan pengatur dunia tersebut.


"Ini bukan hanya kegagalan kepemimpinan yang mendalam, tetapi juga pengabaian tugas FIFA sebagai penjaga sepak bola dunia," kata UEFA, tempat Infantino pernah menjadi staf lama dan sekretaris jenderal yang mirip CEO ketika ia pertama kali terpilih untuk memimpin FIFA pada tahun 2016.


Setelah pertemuan Kamis lalu, Concacaf menyatakan bahwa 41 anggotanya "menyampaikan keprihatinan mendalam tentang kurangnya proses yang semestinya seputar proposal tersebut, tenggat waktu yang terlalu singkat yang diberlakukan, dan tidak adanya peninjauan atau persetujuan oleh badan-badan tata kelola FIFA yang relevan."


Concacaf menambahkan bahwa anggota Dewan FIFA akan ditugaskan untuk "berkomunikasi dengan FIFA untuk menentukan bagaimana cadangan FIFA yang sangat besar yang ada dapat digunakan untuk meningkatkan pendanaan FIFA Forward untuk pengembangan sepak bola di seluruh wilayah kami" serta "menginstruksikan Presiden FIFA untuk memastikan bahwa setiap masalah mengikuti proses tata kelola yang tepat melalui staf dan Dewan FIFA, sesuai dengan Statuta FIFA."


Manuver keuangan berisiko tinggi Infantino kini dapat mengancam jabatannya sebagai presiden FIFA yang sebelumnya aman selama 11 tahun, seiring meningkatnya kemarahan dan frustrasi terhadapnya di antara para pemangku kepentingan sepak bola, termasuk tiga dari enam badan kontinental.


FIFA telah menetapkan batas waktu 18 November bagi calon potensial untuk menyatakan diri dalam pemilihan presiden yang akan diikuti oleh 211 anggota yang dijadwalkan Maret mendatang di Rabat, Maroko.


Pada hari yang penuh gejolak dalam politik sepak bola, landasan dukungan tradisional di Asia untuk FIFA dan Infantino telah terguncang pada Kamis sebelumnya.


"Tindakan sepihak FIFA tampaknya merusak fondasi sepak bola kontinental," kata Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, dalam suratnya kepada 46 anggota FIFA, memperingatkan risiko terhadap kompetisi mereka sendiri.


Sheikh Salman, sekutu Infantino sejak kalah dalam pemilihan presiden FIFA darinya pada tahun 2016, menulis, "inisiatif seperti itu tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua konfederasi, yang saat ini tidak terjadi."


























Thursday, 30 July 2026

Iran mengklaim serangan rudal balistik menghancurkan 3 jet F-35 AS di pangkalan udara Yordania

Iran mengklaim serangan rudal balistik menghancurkan 3 jet F-35 AS di pangkalan udara Yordania

Iran mengklaim serangan rudal balistik menghancurkan 3 jet F-35 AS di pangkalan udara Yordania










Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC (Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps), mengklaim pada hari Kamis bahwa mereka menargetkan Pangkalan Udara Al-Azraq di gurun timur Yordania dengan rudal balistik, menghancurkan tiga jet tempur F-35 dan merusak parah tiga lainnya, menurut media Iran.







Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan pasukan udara mereka menyerang landasan peluncuran dan hanggar perawatan yang menampung jet tempur F-35 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq dengan beberapa rudal balistik, dan menggambarkan serangan itu sebagai tanggapan terhadap serangan AS terhadap dua rumah penduduk di Pulau Qeshm, Iran.


IRGC mengklaim bahwa tiga pesawat F-35 hancur total, sementara tiga lainnya mengalami kerusakan berat.


Mereka juga mengklaim bahwa beberapa perwira, serta personel teknis dan perawatan, tewas dalam serangan itu.







Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah sebuah rudal menghantam sebuah rumah di Pulau Qeshm, melukai dua orang selama gelombang serangan AS di seluruh Iran selatan, menurut Kantor Berita Mehr.


Sebelumnya pada hari Kamis, tentara Yordania mengatakan telah mencegat dan menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah kerajaan, menandai hari keempat berturut-turut terjadinya insiden tersebut.


Pada hari Rabu, Yordania mengatakan telah menembak jatuh lima rudal setelah mencegat satu drone pada hari Selasa dan dua drone pada hari Senin.


Perkembangan ini terjadi ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Amerika melancarkan serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas apa yang digambarkan sebagai upaya serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.






































Resmi akan digelar September-Oktober FIFA ASEAN CUP

Resmi akan digelar September-Oktober FIFA ASEAN CUP

Resmi akan digelar September-Oktober FIFA ASEAN CUP










FIFA ASEAN Cup sudah resmi akan digelar pada 24 September- 3 Oktober mendatang. FIFA ASEAN Cup 2026 adalah terobosan baru yang dilakukan FIFA untuk kawasan Asia Tenggara.







Berdasarkan regulasi turnamen, FIFA ASEAN Cup 2026 direncanakan diikuti 14 negara. Namun, jumlah peserta masih dapat bertambah hingga maksimal 16 peserta sesuai keputusan FIFA.


Seluruh anggota Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) dipastikan memperoleh slot dalam turnamen tersebut. Sementara itu, tempat yang tersisa akan diisi oleh kesebelasan undangan yang dipilih langsung oleh FIFA.


FIFA juga memastikan bahwa seluruh pertandingan dalam turnamen ini akan dihitung untuk poin ranking FIFA. Status pertandingan masuk kategori partai persahabatan internasional yang digelar pada kalender pertandingan resmi FIFA.


FIFA ASEAN CUP bukan hanya diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara, turnamen ini juga diikuti oleh tim tamu. Pada edisi pertama ini, tim tamunya ada dua tim, yaitu India dan Pakistan.




Tidak Ada Partai Semifinal




Format FIFA ASEAN Cupadalah dibagi kedalam dua divisi, format yang ada adalah negara di Asia Tenggara dibagi dalam dua divisi. Divisi teratas diisi tim-tim elite seperti Timnas Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan divisi bawah diisi oleh tim-tim 'kelas dua' di Asia Tenggara seperti Kamboja, dan Laos. Di divisi ini juga ada tim tamu yaitu Hong Kong.


FIFA ASEAN Cup bisa dibilang punya format pertandingan yang berat dan keras untuk memburu juara. Pasalnya delapan tim yang ada di Premier Division akan dibagi ke dua grup, dengan masing-masing berisi empat tim.


Namun karena keterbatasan waktu yang ada lantaran sempitnya jendela FIFA Matchday, hanya juara grup yang akan lolos ke fase knockout. Artinya, usai babak grup, turnamen FIFA ASEAN Cup akan langsung memanggungkan laga final, tanpa lebih dulu melalui babak semifinal.


Kondisi ini membuat tim-tim peserta harus benar-benar bermain nyaris tanpa kesalahan. Satu kekalahan saja bisa jadi membuat peluang mereka untuk merebut posisi juara grup menjadi sangat kecil.


Hal serupa terjadi di challenge division. Ada enam tim yang dibagi menjadi dua grup dan hanya juara grup yang lolos ke fase knock out dan langsung memanggungkan partai final.


Premier Division FIFA ASEAN Cup akan dimainkan di Jakarta sedangkan Challenge Division akan dimainkan di Hong Kong.




FIFA ASEAN Cup




  1. Premier Division

    1. Grup A

      Indonesia, India, Malaysia, Singapura


    2. Grup B

      Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina


  2. Challenge Division

    1. Grup A

      Hong Kong, Myanmar, Brunei


    2. Grup B

      Kamboja, Laos, Timor Leste





































Murid SD Darurat di Sukabumi Curhat, Belajar Kepanasan dan Kerap Kena Cipratan Air Hujan

Murid SD Darurat di Sukabumi Curhat, Belajar Kepanasan dan Kerap Kena Cipratan Air Hujan

Murid SD Darurat di Sukabumi Curhat, Belajar Kepanasan dan Kerap Kena Cipratan Air Hujan




Uki, siswa kelas 4 Sekolah Darurat SDN Suradita Sukabumi, Jawa Barat, saat berada dalam ruang kelas bilik bambu sambil menyantap MBG, Rabu (29/7/2026).(KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH






Suara anak-anak tampak nyaring dan bersahutan saat mereka belajar di ruang kelas. Dengan riang, mereka tidak mengeluh belajar di ruang kelas bilik bambu.







Sudah sejak Desember 2022, para murid di SD Negeri Suradita, Kampung Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu melaksanakan aktivitas belajar mengajar di sekolah darurat yang dibangun di atas lahan perkebunan.


Di balik tawa dan keceriaan anak-anak di Sekolah Darurat SDN Suradita Sukabumi, terselip pengalaman di kelas yang kerap mereka jalani untuk bisa mengenyam pendidikan.


Hal itu terutama berkaitan dengan kondisi musim atau cuaca yang sedang terjadi, yang berdampak pada kondisi di dalam kelas. Apabila saat musim kemarau, dalam ruang kelas, mereka merasakan panas dan gerah.


Sebaliknya, saat musim hujan, tak jarang para siswa terkena cipratan air yang masuk melalui tembok tanpa penutup dan atap yang sudah bocor.


Hal tersebut dirasakan Uki, siswa kelas 4 Sekolah Darurat SDN Suradita Sukabumi, yang mengaku bahwa ia belajar dengan kondisi sering terkena cipratan air dari area dinding belakang yang terbuka.


Selain itu, Uki juga merasa kepanasan saat musim kemarau apabila ia sedang belajar di dalam kelas.


"Sekolah di sini (sekolah darurat) sudah 4 tahun, biasanya kalau lagi hujan (saat belajar di kelas) ada air yang nyiprat dari arah sana (Uki sambil menunjukkan dinding yang terbuka). Kalau panas, di sini kepanasan," kata Uki saat ditemui Kompas.com di Sekolah Darurat SD Negeri Suradita, pada hari Rabu pagi, 29/07/2026.



Suara Bising



Selain merasa tidak nyaman akibat kondisi cuaca, Uki juga mengaku sering terganggu akibat suara bising dari kelas lain.


Suara bising tersebut disebabkan akibat tembok yang beralaskan papan tripleks dan bilik bambu sehingga pembelajaran dari kelas lain terdengar masuk pada ruangan yang berdampingan.


Salah seorang siswi di sekolah darurat, SD Negeri Suradita, Sukabumi, Jawa Barat, saat berada di ruang kelas bilik bambu, Rabu (29/7/2026).(KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH )



"(Iya) selalu (kebisingan dari kelas lain)," ujar Uki.


Sambil memakan makan bergizi gratis (MBG) dalam ompreng, Uki berharap agar sekolahnya itu bisa dibangun dengan nyaman dan layak.


"Uki mau temboknya pakai batu bata," terang Uki.


Rasa tak nyaman saat belajar di sekolah darurat dan dalam bilik bambu itu juga dirasakan oleh Syifa, siswi kelas 5.


Menurutnya, konsentrasi dalam belajar terkadang terganggu oleh kebisingan dari kelas lain sebab pembatas kelasnya menggunakan papan tripleks dan anyaman bambu.


"(Belajar di sini nyaman enggak?) enggak, soalnya kalau sekolah ini ditembok, orang dari (kelas) sebelah ngomong kedengaran. Ini kan ada lubang-lubangnya (juga)," ucap Syifa.


Selain itu, saat terjadi hujan, air sering masuk melalui lubang dinding yang tak tertutup dan cuaca panas sering menusuk ke dalam kelas saat musim kemarau.


"Kalau hujan biasanya ada air yang masuk. Kalau lagi panas, panas. Harapannya, pokoknya pengen semua (kelas dan sekolah) jadi bagus, biar nyaman," tutur Syifa.



Keterangan Kepala Sekolah Kepala



Sekolah Darurat SD Negeri Suradita, Yanti, mengaku bahwa ia menjabat sebagai kepala sekolah sudah 2,5 tahun lamanya.


Saat ia menjabat, area sekolah darurat masih berlantaikan tanah dan belum disemen seperti sekarang.


"Saya di sini (sebagai kepala sekolah) baru dua tahun setengah, waktu ibu ke sini ya, dindingnya juga masih dinding bambu biasa, terus lantainya juga masih lantai tanah," kata Ibu Yanti.


Nampak sekolah darurat SD Negeri Suradita di Kampung Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rabu (29/7/2026)(KOMPAS.com RIKI ACHMAD SAEPULLOH )



Ibu Yanti melanjutkan, seiring dengan berjalannya waktu, sekelompok mahasiswa kemudian membantu mengadvokasi potret keadaan Sekolah Darurat SD Negeri Suradita.


Setelah itu, Sekolah Darurat SD Negeri Suradita tersebut sempat mendapatkan renovasi bangunan menggunakan jenis bambu yang lebih kuat dari sebelumnya.


Meski demikian, kondisinya kini mulai dimakan usia.


"Harapan dari saya khususnya, mungkin dari guru-guru juga, dari anak-anak juga ya, kami itu maunya bangunan yang layak saja untuk siswa, bangunan baru. Karena walaupun siswanya sedikit, tapi kan anak-anak berhak mendapatkan bangunan yang layak," ujar Ibu Yanti.


"Terus sarana prasarana juga, kami ingin meningkatkan kompetensi anak-anak juga kan susah kalau tidak ada sarana prasarananya. Anak-anak juga mau main sepak bola juga karena tidak ada lahannya, terus ini juga kan pemagaran juga tidak ada. Mau bagaimana, mau jadi sekolah ramah anak bagaimana (sambil bercerita sekolah dekat dengan area jurang sedalam empat meter)," tutur Ibu Yanti.






































Diduga drone Iran hantam kapal tanker gas milik AS di Mesir - Video

Diduga drone Iran hantam kapal tanker gas milik AS di Mesir - Video

Diduga drone Iran hantam kapal tanker gas milik AS di Mesir - Video




©Telegram






Sebuah drone menghantam fasilitas gas alam cair terapung milik AS di pelabuhan Damietta, Mesir, yang mengakibatkan dua kapal terbakar dan mendorong Presiden Donald Trump untuk mengancam pembalasan terhadap Iran.







Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, memperkirakan bahwa setidaknya satu drone telah menghantam Energos Winter, sebuah unit penyimpanan dan regasifikasi terapung yang berlabuh di pelabuhan tersebut pada hari Rabu. Kelompok risiko maritim Vanguard secara terpisah mengatakan sebuah proyektil tak dikenal menghantam sisi kanan kapal.


Kebakaran yang terjadi dilaporkan menyebar ke kapal pengangkut LNG GasLog Salem yang berada di dekatnya. Awak kapal dievakuasi, kedua kapal dipindahkan ke luar pelabuhan sebagai tindakan pencegahan, dan petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.







Energos Winter dapat menyimpan 138.250 meter kubik LNG dan mengirimkan hingga 650 juta kaki kubik gas per hari ke jaringan energi Mesir. Pemiliknya yang berbasis di AS, Energos Infrastructure, mengoperasikan empat fasilitas LNG terapung di negara tersebut yang secara kolektif memasok sekitar 35% dari kebutuhan gas alam Mesir.


Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut, dan baik otoritas Mesir maupun perusahaan keamanan maritim tidak secara terbuka mengaitkannya dengan Iran.


Namun, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah diberi pengarahan tentang insiden tersebut, menggambarkannya sebagai "sedikit pengulangan dari kejadian yang sama," sebelum memberi sinyal bahwa pembalasan AS terhadap Teheran akan segera terjadi.







“Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kita untuk menyerang mereka,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Rabu. “Mereka tahu itu akan terjadi. Mereka meminta kita untuk tidak melakukannya.”







Trump telah mengeluarkan ancaman yang lebih eksplisit sebelumnya pada hari itu setelah Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke pasukan AS di Yordania.


“Kita akan menghajar mereka habis-habisan,” kata Trump kepada Fox News, menambahkan: “Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan.”


Korps Garda Revolusi Islam mengklaim bahwa Angkatan Udara mereka telah menargetkan pangkalan udara AS dan apa yang mereka sebut sebagai markas besar CENTCOM di Yordania. Komando Pusat AS menyebutnya sebagai upaya "serangan mendadak" dan mengklaim bahwa semua rudal yang datang telah dicegat.


Trump mengatakan Iran telah menembakkan lima rudal dan memuji sistem Patriot AS karena telah menghancurkannya. "Sekarang giliran kita," katanya, sambil menyarankan bahwa negosiasi diplomatik pada akhirnya dapat dilanjutkan setelah ancaman pembalasan tersebut.