Posts

Showing posts from April, 2012

Rumah Tinggal

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang pesat sebagai tanda tegaknya kedaulatan Negara. Kedaulatan ini harus di imbangi dengan arah pembangunan yang jelas bagi terciptanya perputaran ekonomi yang dinamis dengan memaksimalkan sumber alam dan sumber daya manusianya yang didalamnya didorong oleh sistim pengupahan yang layak hidup kearah sejahtera. Jika tidak, Kedaulatan itu hanya sebatas kemerdekaan tinggal dan berserikat. Mendorong rakyat untuk berkompetisi adalah baik dan sangat dianjurkan, sebab itu dapat memacu peningkatan kemampuan potesinya. Namun, membiarkannya berkompetisi tanpa ada pembinaan, arahan dan kontrol dari pemerintah, memicu terciptanya hukum rimba, manusia satu dengan yang lain saling bergesekan tak terkendali. Satu tingkatan kondisi itu dapat menguntungkan pemerintah, mengurangi beban. Tapi pada 3 tingkatan diatasnya, dalam jangka panjang, membuat dinamika ekonomi menjadi stag, berkutat dilingkaran tertentu. Tentunya ini memberikan peluang besar bag...

Tawuran Bagian Dari Budaya Bangsa

Image
Tawuran Bagian Dari Budaya Bangsa Perkelahian masal atau akrab sering disebut tawuran, jadi sering terjadi. Tawuran bukan lagi satu - satunya menjadi milik pelajar. Ada tawuran antar kampung di beberapa tempat masih dianggap rawan terjadi letupan - letupan. Ada tawuran antar suporter bola, suporter bola dengan warga. Tawuran antar geng. Dan yang semodel dengan tawuran, pertikaian sengketa lahan... dan masih banyak lagi.. dengan bermacam peristiwanya. Itulah potret sisi kelam di negeri ini. Melihat kenyataan sisi kelam ini, layak untuk kita berlapang dada, kalau tawuran itu diakui sebagai bagian dari budaya bangsa kita. Tawuran merupakan expresi dari bentuk semangat kebersamaan, peleburan dari rasa solidaritas. Tentunya, ujud dari kebersamaan, kebersamaan  pada sisi negatif dari sebuah kehidupan sosial budaya, yakni sebagai bentuk penyimpangan dari kaidah normatif yang telah dinormakan. atau penyakit buruk prilaku sosial atas sebuah pemahaman rasa solidaritas...

Menulis Bukan Profesi

Image
Menulis Bukan Profesi Setelah sering secara sekilas melihat beberapa judul dan isi dari tulisan seputar tentang nulis menulis dan profesi menulis. Mendorong saya untuk menyampaikan sesuatu, yang mudah - mudahan bisa menjadi sesuatu. Setiap kali membaca, intinya hampir sama, kesemuanya didorong oleh motivasi kalkulasi uang. Tidak salah  tentunya jika penulis memberikan penilaian, kebanyakan sebagian orang tergiur untuk jadi penulis, salah satunya oleh pengaruh iming - iming hitungan duit, dari situ kemudian mencoba dengan kerasnya menulis, agar terwujud hasil segera seperti dalam gambaran dari kalkulasi uang, dengan kata lain impiannya. Ketika hasil ternyata tidak sesuai dengan harapan, banyak yang patah arang. Sedangkan yang bertahan berusaha menengkan hatinya sendiri, biasanya untuk sekedar menjaga rasa kecewa terdalam dari jerih payahnya tidak terus menyakiti hidupnya, muncullah kata - kata kiasan pembelaan : "walau penjualan minim saat ada yang...

Tela'ah atas Sikap Presiden RI terhadap Hasil Sidang Paripurna

Mendengarkan paparan resmi pidato Presiden atas hasil sidang paripurna  DPR, 29 Maret 2012, walau tidak menyimaknya dengan tuntas, perlu diketahui, tidak menyimak dengan tuntas itu bukan karena  tidak menghormati Beliau, dimana sebagai warga negara yang baik, selayaknya mau mendengarkan dengan seksama dengan penuh perhatian.  Dan juga bukan karena sudah terbentuk apriori atau tidak suka secara pribadi oleh faktor a atau b atau c atau d atau z, padanya. Itu  semua dikarenakan oleh sebab paparan awalnya. Setelah menyimak beberapa kalimat awal dari paparannya, isi paparannya itu sudah cukup menggambarkan sikap Presiden atas hasil akhir rapat sidang paripurna DPR kemaren itu, dan juga sudah cukup mewakili semua uraian yang akan disampaikannya saat itu secara keseluruhan. Dan tentunya disini yang menarik adalah sikap Presiden dari mulut, mimik dan motoriknya Sikap Presiden, dari sisi pribadi Beliau sebagai pribadi dalam setiap menyikapi norma tata tertib dalam be...