Wednesday, 29 July 2026

Erick Thohir: 1-2 Minggu Lagi Akan Diumumkan FIFA, Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir: 1-2 Minggu Lagi Akan Diumumkan FIFA, Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir: 1-2 Minggu Lagi Akan Diumumkan FIFA, Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026










Erick Tohir, Ketua Umum PSSI, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu finalisasi kerja sama dengan FIFA terkait penyelenggaraan turnamen regional yang akan masuk kalender resmi FIFA Matchday tersebut. Prediksinya, FIFA akan mengumumkan keputusan resminya dalam satu hingga dua pekan ke depan.







Turnamen bergengsi ini rencananya berlangsung dari 23 September hingga 3 Oktober 2026, dan akan menjadi ajang sepak bola terbesar di Asia Tenggara yang diorganisasi langsung oleh FIFA. Erick menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mendukung penyelenggaraan event tersebut di Indonesia, sekaligus menegaskan dukungan penuh pemerintah.


Erick Thohir menambahkan bahwa Indonesia akan berbagi kehormatan sebagai tuan rumah bersama Hong Kong, meskipun detail lokasi pertandingan dan komposisi tim peserta masih menunggu konfirmasi resmi dari FIFA. Ia menyambut hangat kehadiran turnamen ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat perkembangan sepak bola regional, sejalan dengan suksesnya FIFA dalam menggelar event serupa seperti FIFA Arab Cup.


“Ini akan menjadi momen besar bagi sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Erick di Jakarta, pada hari Selasa, 28/09/2026.


Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kepercayaan FIFA, Indonesia siap menjadi pusat perhatian dunia sepak bola pada akhir tahun ini. Para suporter pun menanti antusias momen kembalinya ajang internasional bergengsi di tanah air, setelah sebelumnya Indonesia sukses menyelenggarakan Piala AFF 2026.


PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) menyatakan Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang.


Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, Indonesia akan menjadi pusat penyelenggaraan ajang sepak bola antarnegara terbesar di kawasan Asia Tenggara di bawah naungan FIFA tersebut.


Selain Indonesia, Erick mengungkapkan Hong Kong berpotensi menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.


Meski demikian, hingga kini FIFA belum mengumumkan secara resmi apakah turnamen akan digelar di satu negara atau menggunakan format tuan rumah bersama.


Menurut Erick, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup merupakan bagian dari upaya FIFA memperkuat kualitas kompetisi internasional di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.


Konsep tersebut disebut mengadopsi keberhasilan turnamen regional lain seperti FIFA Arab Cup yang sebelumnya digelar di kawasan Timur Tengah.


"Itu intinya ingin meningkatkan kualitas dari persaingan negara-negara Asia untuk Piala Dunia ke depan," kata Erick.


Ia menambahkan, FIFA melihat kawasan Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan kualitas sepak bola melalui kompetisi internasional yang lebih kompetitif.


Sebagai bentuk dukungan, pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan surat resmi dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kesiapan menjadi tuan rumah.


Di tengah persiapan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup, Timnas China dilaporkan tidak akan ambil bagian dalam edisi perdana turnamen tersebut.


Berdasarkan laporan South China Morning Post (SCMP), China memilih menjalani turnamen uji coba di Chongqing sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala Asia AFC 2027 di Arab Saudi.


Dalam ajang itu, Team Dragon dijadwalkan menghadapi Uzbekistan, Korea Utara, Tajikistan, dan Palestina untuk mengukur perkembangan tim sekaligus mempersiapkan Kualifikasi Piala Dunia 2030.























Warga Jepang Menolak rencana dibangunnya Masjid di Kota Fujisawa

Warga Jepang Menolak rencana dibangunnya Masjid di Kota Fujisawa

Warga Jepang Menolak rencana dibangunnya Masjid di Kota Fujisawa




Populasi Muslim di Jepang telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir dan terdapat sejumlah masjid di negara tersebut.







Jepang berencana membangun masjid pertama di Kota Fujisawa, Tokyo. Namun rencana tersebut memicu penolakan dari sebagian warga, yakni memunculkan perdebatan mengenai perubahan sosial, imigrasi, hingga identitas masyarakat di Jepang.







Penolakan pembangunan masjid oleh warganya, karena adanya kekhawatiran sebagian masyarakatnya di tengah bertambahnya jumlah pekerja asing yang datang ke Jepang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja akibat penurunan dan penuaan populasi.


"Hal ini membuat saya khawatir tentang bagaimana komunitas kami mungkin berubah. Sejujurnya, mungkin saya hanya takut pada hal yang belum saya ketahui," ujar warga Fujisawa, Noriko Izumizawa, seperti dikutip BBC, pada hari Rabu, 29/07/2026.


Noriko Izumizawa khawatir tentang bagaimana pembangunan masjid baru di kotanya dapat mengubah komunitas setempat.



Izumizawa mengaku mulai merasa cemas dengan semakin terlihatnya komunitas Muslim di lingkungan tempat tinggalnya. Ia juga menilai perdebatan mengenai isu imigrasi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa turut memengaruhi pandangannya terhadap perubahan yang terjadi di Jepang.


Penolakan terhadap proyek masjid sempat memicu aksi protes di sekitar stasiun kereta lokal pada awal tahun ini. Sebagian warga menilai bangunan masjid yang direncanakan berukuran lebih besar dibanding kuil Shinto di dekatnya sehingga dianggap kurang menghormati tradisi setempat.


Di sisi lain, penolakan tersebut juga memicu maraknya ujaran kebencian dan disinformasi di media sosial. Sejumlah masjid dilaporkan menerima telepon dan surat elektronik bernada kasar, sehingga kelompok anti-diskriminasi menggelar aksi tandingan untuk menyerukan penghentian kebencian terhadap komunitas Muslim.


Pemilik kedai kopi yang berada di dekat lokasi pembangunan, Hiroki Suzuka, justru mengajak masyarakat membuka ruang dialog. Menurutnya, memahami Islam dan mengenal nilai-nilai yang dianut umat Muslim merupakan langkah penting untuk mengurangi kesalahpahaman.


Hal senada disampaikan pengusaha asal Sri Lanka yang telah lama menetap di Jepang, Mohamed Mohideen. Ia menilai dialog yang lebih intensif diperlukan agar masyarakat dan komunitas Muslim dapat saling memahami.


"Di media sosial, ada banyak sekali komentar seperti 'Keluar dari Jepang' dan 'Pulanglah ke negara asalmu'. Orang-orang juga mulai mendatangi masjid dan berteriak melontarkan makian," katanya.


Sementara itu, perwakilan Masjid Yashio di Prefektur Saitama, Shakeel Mohamed, juga menegaskan komunitas Muslim berupaya menghormati aturan dan budaya Jepang.


"Kami melakukan segala upaya untuk menghormati cara hidup di Jepang dan mematuhi aturan. Kesopanan juga sangat penting, bahkan untuk hal sederhana seperti menyapa orang," ujarnya.



Dilema Imigrasi Versus Identitas Nasional Jepang



Perdebatan mengenai pembangunan masjid terjadi di tengah meningkatnya jumlah warga asing di Jepang. Guru Besar Emeritus Universitas Waseda, Hirofumi Tanada, mencatat populasi Muslim di Jepang mencapai sekitar 420.000 jiwa pada akhir 2024, naik dari sekitar 230.000 jiwa pada 2019.


Pertumbuhan populasi Muslim ini mencerminkan tren nasional di mana jumlah warga asing-yang mayoritas berasal dari China, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina-melampaui angka empat juta jiwa pada 2025. Data pemerintah menunjukkan rekor 2,57 juta warga asing bekerja di Jepang pada tahun yang sama, di saat populasi warga lokal menyusut hampir satu juta jiwa.


Pemerintah Jepang selama ini menghindari sebutan "negara imigran" dan lebih mendorong penggunaan visa sementara. Sistem ini kerap dikritik oleh berbagai pihak sebagai bentuk imigrasi terselubung (stealth immigration).


Perdana Menteri Sanae Takaichi mengambil sikap konservatif yang sangat kuat menentang imigrasi skala besar. Pada Juni 2026, pemerintah Jepang memutuskan menaikkan biaya visa bagi warga negara asing hingga lima kali lipat setelah tidak pernah menaikkannya selama hampir 50 tahun.


Pemerintah Jepang kini juga berencana menambah sekitar 230 personel di Badan Layanan Imigrasi untuk memperketat penegakan hukum terhadap warga asing yang tinggal melebihi izin (overstay). Pejabat berwenang bahkan mempertimbangkan pembatasan kuota untuk mengelola jumlah warga asing di dalam negeri.

















Tuesday, 28 July 2026

Mitchell Baker Cetak Hat-trick, Timnas Indonesia 5 -1 Kamboja

Mitchell Baker Cetak Hat-trick, Timnas Indonesia 5 -1 Kamboja

Mitchell Baker Cetak Hat-trick, Timnas Indonesia 5 -1 Kamboja




Striker Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker melakukan tandukan bola dan berselebrasi dengan rekan-rekannya usai membobol gawang Timnas Kamboja pada pertandingan.






Parhelatan Piala AFF 2026, penampilan perdana timnas Indonesia di grup A meraih kemenangan telak 5-1 atas Kamboja. Kemenangan manis ini semakin manis karena hat-trick striker Mitchell Baker. Laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada hari Senin, 27/07/2026.







Hasil akhir Piala AFF 2026 di grup A, laga antara Timnas Indonesia vs Kamboja berkahir dengan skor 5-1 untuk timnas Indonedia. 5 Gol dicetak oleh hattrick Mitchell Baker,1 gol Sandy Walsh dan Jens Raven yang dibalas 1 kali oleh gol bunuh diri Nadeo Argawinata.


Skuad garuda mengawali pertandingan pertama membuka keunggulan pada menit keenam lewat Mitchell Baker. Striker jangkung ini menggandakannya pada menit ke-15 dan Sandy Walsh membawa skuad Garuda memimpin 3-0 pada menit 24.


Hasil ini membuat timnas Indonesia berhasil meraih 3 poin pertamanya di Piala AFF 2026 dan menempati peringkat 3. Skuad garuda memiliki poin sama dengan Vietnam yang berada di posisi 2, tetapi kalah selisih gol. Sementara itu, posisi teratas Grup A ditempati oleh Singapura dengan 6 poin.


Sementara itu, Kamboja masih belum meraih poin dalam 2 laga yang mereka jalani di Piala AFF 2026. Sebelum kalah 5-1 dari Indonesia, mereka sempat kalah 1-2 dari Singapura di laga pembuka.


Timnas Indonesia tampil sangat impresive yang terus melakukan penyerangan sejak awal laga. Pelatih John Herdman, hanya memasang 1 bek tengah murni yakni Rizky Ridho ditemani Shayne Pattynama dan Sandy Walsh dalam skema 3-4-3.


Sejak kick off, timnas Indonesia menggebrak dengan tampil menyerang memanfaatkan lebar lapangan. Hasilnya, laga baru 6 menit laga berjalan, Mitchell Baker langsung mencetak gol pertamanya melalui sundulan setelah menerima umpan dari Thom Haye.


Tak sampai 10 menit setelah gol pertama, Mitchell Baker mencetak brace. Memanfaatkan kerjasama Mark Klok dengan Eliano Reijnders, bola silang yang dikirim ke kotak penalti mampu dimanfaatkan Mitchell Baker menjadi gol melalui sepakan terukur.


Unggul 2-0 tidak membuat Timnas Indonesia mengendurkan serangan. Dony Tri Pamungkas sempat mendapat peluang yang masih mampu digagalkan penjaga gawang Kimhuy Hul, begitu pula dengan Mithell Baker yang nyaris mencetak hattrick.


Setelah berkali-kali menyerang, akhirnya Sandy Walsh yang mencetak gol ke-3 untuk Timnas Indonesia. Memanfaatkan sepak pojok dari Thom Haye, Sandy berhasil menyundul bola masuk ke gawang Kamboja sekaligus membuat Indonesia unggul 3-0.


Indonesia sempat mendapat peluang mencetak gol lagi melalui Thom Haye, hingga Beckham Putra. Namun, hingga turun minum tidak ada gol tambahan yang berhasil dicetak oleh Garuda.


Pada babak kedua, tim Kamboja mulai berupaya memperkecil skor langsung tampil menekan. Upaya ini berbuah hasil, di menit ke-48, sepakan yang dilakukan Yudai Ogawa salah diantisipasi Nadeo Argawinata sehingga menjadi gol. Skor pun berubah jadi 3-1.


Namun, tidak butuh waktu lama bagi Timnas Indonesia untuk membalas gol tersebut. Lagi-lagi umpan Thom Haye berhasil dimanfaatkan Mitchell Baker untuk mencetak hattrick di laga debut. Skor pun berubah menjadi 4-1.


Indonesia terus berupaya mencetak gol tambahan, dan mendapat peluang dari Saddil Ramdani hingga Egy Maulana Vikri. Akan tetapi, baru di menit 84 Indonesia mampu mencetak gol ke-5 melalui Jens Raven.


Memanfaatkan kesalahan lini belakang Kamboja, Jens Raven sukses membobol gawang Kimhuy Hul. Skor berubah menjadi 5-1 dan bertahan hingga laga selesai.



Susunan Pemain



Timnas Indonesia (3-4-3):



Nadeo Argawinata; Sandy Walsh, Rizky Ridho, Shayne Pattynama; Thom Haye, Ivar Jenner, Mark Klok, Dony Tri Pamungkas; Beckham Putra, Mitchell Lee Baker, Eliano Reijnders. Pelatih: John Herdman.



Kamboja (4-4-2):



Kimhuy Hul; Sovann Ouk, Hikaru Mizuno, Alisher Mirzaev, Sokmeng Chea; Ty Sa, Sos Souhana, Yudai Ogawa, Devit Yem; Sieng Chantea, Samuel Bong. Pelatih: Koji Gyotoku.



























Saturday, 25 July 2026

Video - Koalisi pimpinan Saudi Arabia membom pelabuhan Yaman

Video - Koalisi pimpinan Saudi Arabia membom pelabuhan Yaman

Video - Koalisi pimpinan Saudi Arabia membom pelabuhan Yaman




Serangan terhadap Hodeidah terjadi setelah Houthi menyerang kapal-kapal di Laut Merah.


FOTO FILE: Sebuah jet tempur Saudi Arabia di atas Adana, Türkiye, 2016. ©Getty Images/Anadolu Agency/Ibrahim Erikan






Koalisi pimpinan Saudi Arabia menyerang target di pelabuhan Hodeidah, Yaman yang dikuasai Houthi, pada hari Sabtu setelah serangan terhadap kapal-kapal Saudi Arabia di Laut Merah.







Houthi, kelompok Syiah yang didukung Iran yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman yang dilanda perang saudara, mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi pekan lalu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai "pengepungan" yang tidak adil terhadap negara tersebut.


Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut menargetkan situs-situs militer yang digunakan untuk "mengancam kapal-kapal komersial."


Menurut Al Masirah TV yang bersekutu dengan Houthi, fasilitas telekomunikasi juga terkena serangan. Stasiun televisi tersebut menambahkan bahwa seorang wanita terluka dalam serangan di Pulau Kamaran di lepas pantai Laut Merah Yaman.


Sayap politik kelompok tersebut mengutuk serangan itu dan bersumpah akan membalas "eskalasi dengan eskalasi," menurut Anadolu.










Tak lama setelah serangan di Hodeidah, kota industri Jazan di Arab Saudi dilaporkan terkena serangan balasan yang tampaknya dilakukan oleh Houthi. Laporan menyebutkan kebakaran besar terjadi di sebuah fasilitas yang dioperasikan oleh perusahaan minyak milik negara kerajaan, Aramco.






Kelompok Houthi mengatakan mereka menargetkan dua kapal tanker milik Arab Saudi minggu ini. Riyadh mengakui bahwa kapal Encelia terbakar dan kemudian mengatakan kapal Saudi lainnya, NCC MASA, mengalami kerusakan lambung ringan dalam serangan terpisah pada hari Jumat.


Kelompok Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, pada tahun 2014. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin intervensi atas nama pemerintah yang diakui secara internasional. Kampanye pengeboman gagal menundukkan Houthi tetapi memperburuk krisis kemanusiaan Yaman yang sudah mengerikan.


Setelah perang di Gaza pecah pada tahun 2023, Houthi mulai menembakkan rudal dan drone ke Israel dan menyerang kapal-kapal dalam apa yang mereka sebut sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina. Serangan berhenti setelah Houthi mencapai kesepakatan dengan AS pada Mei 2025.


Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis bersumpah akan memberikan "hukuman militer besar-besaran" kepada Houthi, dan menyebut kelompok itu sebagai "proksi Iran." AS membombardir Yaman bersama Inggris dan Israel pada tahun 2025.


















Friday, 24 July 2026

AS sudah berperang dengan Rusia – Tucker Carlson (Video)

AS sudah berperang dengan Rusia – Tucker Carlson (Video)

AS sudah berperang dengan Rusia – Tucker Carlson (Video)










“Lobi - lobi perang neokonservatif” di Washington mendorong konflik Ukraina yang bertentangan dengan kepentingan Amerika dan tanpa alasan yang sah, demikian kata Tucker carson.







Amerika Serikat (AS) terlibat dalam perang proksi dengan Rusia yang dapat meningkat menjadi konflik global dalam beberapa tahun ke depan kecuali Washington mengubah arah, demikian kata jurnalis dan podcaster konservatif terkenal, Tucker Carlson, kepada Olga Bataman dan Tara Reade dari RT.


Tidak ada pembenaran strategis, politik, atau moral yang meyakinkan bagi AS untuk berkonflik dengan Rusia, tegas Carlson, mengklaim bahwa konflik Ukraina didorong oleh apa yang ia sebut sebagai "lobi perang neokonservatif" di Washington karena "kebencian" terhadap Rusia dan Eropa.


Tucker Carlson. ©Al Drago/Getty Images


"Yang benar adalah Anda tidak dapat membuat alasan untuk berperang dengan Rusia," katanya dalam episode terbaru East Meets West with Olga and Tara, yang ditayangkan pada hari Rabu, menambahkan bahwa AS sudah berada di sana karena CIA menargetkan serangan Ukraina terhadap Rusia. "Kita sedang berperang dengan Rusia. Saya sedih mengatakan itu. Ini sangat gila. Ini sangat gegabah. Ini sangat merusak... tetapi memang begitu."


Carlson memperingatkan bahwa mereka yang mendorong konfrontasi dengan Rusia gagal memahami betapa merugikannya hal itu bagi AS, dengan alasan bahwa kebijakan tersebut justru mendorong Moskow lebih dekat ke Beijing, saingan geopolitik utama Washington.


“Jika Anda mendorong perang dengan Rusia sebagai warga Amerika, Anda mencoba menghancurkan Amerika Serikat. Sesederhana itu,” ia memperingatkan.


Ketika ditanya apakah Presiden AS Donald Trump masih memiliki kesempatan untuk menengahi perdamaian di tengah meningkatnya tekanan sanksi terhadap Moskow, Carlson menjawab: “Saya rasa tidak ada,” seraya mencatat bahwa sanksi juga merupakan “tindakan perang.” Ia mengutip Undang-Undang Sanksi Rusia – yang diperjuangkan oleh mendiang Senator Lindsey Graham yang pro-Rusia – yang mengenakan tarif hingga 500% pada impor dari negara-negara yang terus membeli sumber daya Rusia dan yang baru-baru ini disetujui Trump untuk diadopsi, konon untuk menghormati warisan senator tersebut.


“Mengapa Trump ikut-ikutan? Karena dia adalah budak lobi perang neokonservatif,” kata Carlson, seraya berpendapat bahwa seluruh upaya tersebut didorong oleh “sekelompok kecil orang” dengan “motif jahat” yang mencoba memprovokasi perang dunia baru. “Dan saya pikir kita akan mengalami perang ini. Jika seseorang tidak segera memperlambatnya, [pada] tahun 2030, saya pikir itu sudah dekat.”


Menurut Carlson, penyelesaian konflik saat ini akan mengharuskan pemerintah AS untuk menghadapi kekuatan intervensionis di Washington dan "merebut kembali sistem politik untuk rakyat" dari lobi tersebut. Ia menyarankan agar Washington dapat mengikuti contoh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mengekang pengaruh politik para pengusaha kaya setelah runtuhnya Uni Soviet, sebuah langkah yang menurut Carlson telah "merebut kembali Rusia."






















Wednesday, 29 April 2026

Black For War - AI dan Operasi Hitam

Black For War - AI dan Operasi Hitam

Black For War - AI dan Operasi Hitam










Badan intelijen swasta dari luar Uni Eropa menentukan siapa yang memenangkan pemilihan di blok tersebut, AI memilih ke mana rudal akan menyerang, dan Silicon Valley menginginkan kendali atas kebijakan luar negeri AS. Keterkaitan antara kekuasaan negara dan teknologi swasta membentuk perang tak terlihat yang terjadi di Eropa, dan generasi konflik mematikan berikutnya di seluruh dunia.







Wired for War: The Robotics Revolution and Conflict in the 21st Century (Penguin, 2009) adalah buku terlaris karya P. W. Singer. Buku ini mengeksplorasi bagaimana fiksi ilmiah mulai terwujud di medan perang modern, dengan robot yang semakin banyak digunakan dalam peperangan.


Dalam ‘Wired for War’ sekarang, tampak mengungkap adanya jalinan kolusi yang semakin erat antara perusahaan teknologi besar dan pemerintah, mengungkap peran tersembunyi Mossad dalam dunia spionase swasta, dan meneliti alat-alat yang membuat keputusan hidup dan mati tanpa pengawasan atau pertanggungjawaban.


Robot prajurit bukan lagi sekadar fantasi fiksi ilmiah. Seperti yang dijelaskan oleh pakar peperangan teknologi P.W. Singer dalam buku barunya, Wired For War, beberapa tugas militer yang sebelumnya ditugaskan kepada manusia kini ditangani oleh mesin.


Namun, kata Singer, medan pertempuran teknologi baru—di mana robot menerbangkan pesawat mata-mata dan mencari IED—menimbulkan sejumlah dilema etika dan hukum.


Singer adalah peneliti senior di Brookings Institution. Buku-buku sebelumnya termasuk Corporate Warriors dan Children at War.


Berikut adalah perkembangan terbaru seputar teknologi militer dan tema "Wired For War" in 2026:



1. Peperangan Bertenaga AI dan Sistem Otonom



  • Pergeseran Otonom: Lanskap teknologi militer mengalami pergeseran besar menuju sistem otonom dan tak berawak yang didukung AI, menjadikan "revolusi robotika" sebagai komponen sentral konflik saat ini.


  • Ambisi Anduril: Perusahaan teknologi pertahanan Anduril sangat terlibat dalam membentuk masa depan teknologi perang, dengan fokus pada sistem pertahanan berbasis AI.


  • Rencana Perang AI: Kontraktor pertahanan sedang mengembangkan model AI yang dapat menghasilkan rencana perang di medan perang.


  • Persenjataan Otoriter: Teknologi baru seperti deepfake, bot, dan AI digunakan oleh negara-negara otoriter sebagai senjata.


2. Konflik Iran-AS 2026 dan Infrastruktur Teknologi



  • Menargetkan Perusahaan Teknologi: Hingga Maret 2026, pasukan Iran telah memperingatkan bahwa perusahaan teknologi AS dapat menjadi sasaran seiring meluasnya perang, dengan kelompok-kelompok yang terkait dengan Iran menargetkan infrastruktur digital.


  • Serangan Infrastruktur: Serangan drone Iran telah menargetkan pusat data Amazon Web Services di UEA dan Bahrain, menyoroti kerentanan infrastruktur teknologi fisik di wilayah tersebut.


  • Gangguan GPS: Serangan terhadap sistem GPS telah meningkat tajam di Timur Tengah, menyebabkan kekacauan bagi layanan logistik dan pemetaan. Perang Drone: Militer AS telah aktif membombardir jaringan drone Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).


3. Penyebaran Teknologi Murah



  • Teknologi Konsumen yang Dipersenjatai: Aksesori drone murah kelas konsumen dari China memungkinkan transformasi mainan menjadi senjata mematikan dengan mudah.


  • Ancaman Digital: Peretasan kamera keamanan telah menjadi bagian standar dari "buku panduan perang" di berbagai wilayah.


4. Dampak Domestik dan Etika



  • Konten Perang: Meme perang daring mengubah konflik waktu nyata menjadi konten media sosial.


  • Debat Etika AI: Kekhawatiran terus berlanjut mengenai etika agen AI dan sistem senjata otonom dalam tata kelola global.


WIRED terus meliput peran yang semakin meningkat dari Big Tech dalam operasi militer dan dampak yang lebih luas, yang seringkali destabilisasi, dari teknologi ini secara global.



























Tuesday, 21 April 2026

Iran dan AS akan kembal berunding di Pakistan, menjalelang gencatan senjata berakhir

Iran dan AS akan kembal berunding di Pakistan, menjalelang gencatan senjata berakhir

Iran dan AS akan kembal berunding di Pakistan, menjalelang gencatan senjata berakhir




Para negosiator Iran dan AS dijadwalkan tiba di Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan karena gencatan senjata yang rapuh akan segera berakhir.








Menurut sumber yang dikutip oleh media AS dan Iran, delegasi tersebut dijadwalkan tiba secara bersamaan di Islamabad pada Selasa malam. Wakil Presiden J.D. Vance dilaporkan akan memimpin pihak AS, didampingi oleh utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, sementara tim Iran akan dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.







Gencatan senjata selama dua minggu yang ditengahi oleh Pakistan awal bulan ini akan berakhir pada hari Rabu, setelah putaran pertama pembicaraan di Islamabad tidak menghasilkan terobosan dan Trump melanjutkan blokade militer AS terhadap pelabuhan Iran – sebuah langkah yang oleh Teheran disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.


Pada hari Senin, Trump kembali menunjukkan sikap provokatifnya, dengan mengatakan kepada PBS bahwa "banyak bom akan mulai meledak" jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dan menegaskan bahwa ia tidak berniat memperpanjang gencatan senjata. Ia juga bersikeras bahwa blokade akan tetap berlaku sampai Teheran menyerah.


Iran menunjukkan sikap menantang. Ghalibaf memperingatkan bahwa Teheran siap untuk "mengungkapkan kartu baru di medan perang," menolak negosiasi apa pun yang dilakukan "di bawah bayang-bayang ancaman." Ia menuduh Trump mencoba mengubah pembicaraan menjadi "meja penyerahan diri," menambahkan bahwa Iran telah menghabiskan dua minggu terakhir untuk mempersiapkan opsi militer baru. Presiden Masoud Pezeshkian menggemakan pesan tersebut, menyebut perilaku AS "tidak konstruktif dan kontradiktif" dan menegaskan bahwa rakyat Iran "tidak akan tunduk pada paksaan."


Terlepas dari retorika tersebut, Axios melaporkan bahwa mediator Pakistan, Mesir, dan Turki mendorong Teheran untuk hadir, dengan tim Iran dilaporkan menerima lampu hijau dari pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, pada Senin malam.


Berikut perkembangan terkini:


  • Ketegangan meningkat lebih lanjut setelah Angkatan Laut AS menyita kapal kargo Iran, Touska, karena diduga melanggar blokade – sebuah tindakan yang dicap Teheran sebagai “pembajakan maritim bersenjata” dan diancam akan dibalas.


  • Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengatakan bahwa belum ada negosiatornya yang berangkat ke Islamabad. Pembicaraan antara Israel dan Lebanon dilaporkan akan berlangsung pada hari Kamis untuk membahas perpanjangan gencatan senjata mereka, yang akan berakhir pada hari Minggu.


  • Konflik Timur Tengah telah memicu apa yang disebut oleh kepala IEA, Fatih Birol, sebagai krisis energi “terbesar” dalam sejarah.


09:36 GMT


Persiapan untuk pembicaraan AS-Iran telah berlangsung selama beberapa hari di Pakistan. Menurut laporan media, sebagian wilayah Islamabad berada dalam keadaan siaga, dengan puluhan ribu personel keamanan dikerahkan. Sumber keamanan Pakistan sebelumnya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pembicaraan tersebut diperkirakan akan berlangsung sebelum hari Jumat, dengan menyebutkan kedatangan dua pesawat C-17 AS dan hotel-hotel besar yang telah dikosongkan dari tamu.


Pusat media menjelang pembicaraan perdamaian AS-Iran di Islamabad, Pakistan, 11 April 2026. © Getty Images / Muhammad Reza/Anadolu



09:39 GMT


Rincian kesepakatan potensial antara AS dan Iran masih belum jelas, dengan program nuklir Teheran tetap menjadi poin utama yang menjadi kendala.


Trump menuntut Teheran membongkar infrastrukturnya dan menyerahkan uranium yang diperkaya, usulan yang ditolak Iran sebagai "tidak mungkin". Pezeshkian mengatakan pada hari Minggu bahwa Trump tidak memiliki alasan untuk "merampas hak nuklir Iran."


Trump juga menuntut pembukaan kembali sepenuhnya Selat Hormuz, sementara Teheran bersikeras untuk mempertahankan kendali atas jalur pelayaran penting tersebut.


09:40 GMT


Krisis energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran adalah yang terburuk dalam sejarah, menurut kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol. Ia mengatakan kepada radio France Inter bahwa gangguan ini melampaui krisis-krisis sebelumnya karena skala dan tumpang tindihnya.


“Krisis ini sudah sangat besar, jika Anda menggabungkan efek krisis minyak bumi dan krisis gas dengan Rusia. Ini memang krisis terbesar dalam sejarah,” katanya.


Kampanye pengeboman AS-Israel mendorong Iran untuk membatasi jalur melalui Selat Hormuz – jalur untuk sekitar 20% minyak global, mengganggu rantai pasokan dan mendorong harga lebih tinggi. Pasar sempat stabil awal bulan ini karena harapan bahwa jalur air akan dibuka kembali selama pembicaraan di Islamabad, tetapi harga kembali naik setelah negosiasi gagal.


09:41 GMT


Anggota Parlemen Ali Khodrian, anggota Komisi Keamanan Nasional Iran, mengklaim bahwa rekan-rekan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah mengindikasikan bahwa ia tidak berniat untuk ikut serta dalam pembicaraan dengan AS di Islamabad.


Khodrian menambahkan bahwa Teheran percaya bahwa negosiasi tanpa agenda yang jelas tidak akan menghasilkan apa pun dan malah digunakan oleh Washington sebagai "alat untuk mengelola pasar energi."


10:26 GMT


AS telah menyatakan keyakinan bahwa pembicaraan damai dengan Iran akan berlangsung di Pakistan, dengan sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa negosiasi "berjalan sesuai rencana untuk besok" dan bahkan dapat melibatkan Trump secara langsung atau virtual jika kesepakatan ditandatangani.


Wakil Presiden J.D. Vance diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan tersebut pada Selasa sore, menurut Axios, sementara Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran "secara positif mempertimbangkan" partisipasi tetapi belum membuat keputusan akhir.