Wednesday, 21 January 2026

Gubernur DKI Pramono Perbolehkan WFH dan Belajar dari Rumah Saat Jakarta Hujan Lebat

Gubernur DKI Pramono Perbolehkan WFH dan Belajar dari Rumah Saat Jakarta Hujan Lebat

Gubernur DKI Pramono Perbolehkan WFH dan Belajar dari Rumah Saat Jakarta Hujan Lebat




Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Jakarta, hari Jumat, 19/12/2025.(Kompas.com/Dian Erika)






Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menginstruksikan penerapan WFH (Work From Home) bagi pegawai dan belajar dari rumah bagi pelajar apabila Jakarta diguyur hujan lebat.







Pramono mengatakan, bahwa kebijakan itu telah disiapkan sebagai antisipasi saat DKI Jakarta diterjang curah hujan yang tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.


“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (hujan lebat, red) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home, terutama untuk anak-anak didik kita (para pelajar),” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 21/01/2026.


Beliau mencontohkan hujan lebat yang melanda Jakarta pada hari Sabtu, 17/01/2026, dan hari Minggu. 18/01/2026.


Menurut beliau, saat itu kebijakan WFH tidak diperlukan karena bertepatan dengan libur panjang.


Namun demikian, Pramono tetap berharap kondisi cuaca di Jakarta stabil sehingga tidak perlu diberlakukan WFH dan belajar dari rumah.


“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,” ungkap Pramono.


Selain itu, Pramono juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum saat hujan melanda Jakarta. Imbauan tersebut bertujuan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi ketika kondisi cuaca ekstrem.


Menurutnya, penggunaan kendaraan pribadi justru memperparah kepadatan lalu lintas saat hujan. Sebaliknya, pemanfaatan transportasi umum dinilai mampu mengurangi beban jalan secara signifikan.


“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” ujar Pramono.


Menurut Pramono, sistem transportasi umum di Jakarta saat ini telah terintegrasi dengan cukup baik.


Berbagai moda, mulai dari LRT, MRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans, saling terkoneksi dan dapat dimanfaatkan warga untuk menunjang mobilitas sehari-hari.


Ia pun berharap, terutama warganya yang berada di usia produktif, dapat mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.


“Sebagai Gubernur Jakarta saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya, harapan saya apalagi digratiskan, mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” kata dia.

















No comments: