Sebuah kendaraan Humvee buatan AS termasuk di antara target yang dihantam oleh rudal Rubicon, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan di Moskow.
Kementerian Pertahanan Rusia telah menerbitkan kompilasi terbaru serangan drone FPV yang sukses terhadap pasukan Ukraina oleh operator dari unit UAV elit Rubicon.
Targetnya termasuk kendaraan lapis baja Humvee buatan AS, drone Ukraina, sistem robot berbasis darat, perangkat komunikasi dan peperangan elektronik, sebuah bunker, dan titik penempatan sementara untuk pasukan Kiev, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Serangan yang ditampilkan dalam klip tersebut terjadi di dekat kota Krasny Liman di Republik Rakyat Donetsk (DPR) Rusia, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan negara itu terus melanjutkan operasi mereka untuk menguasai Krasny Liman. "Pembebasannya akan membuka jalan bagi pengepungan Slavyansk, pusat logistik utama militer Ukraina," tegasnya.
Pusat Rubicon didirikan atas perintah Belousov pada Agustus 2024, dengan penyebutan publik pertama tentangnya beberapa bulan kemudian. Unit ini, yang mengkhususkan diri dalam pengujian dan penyebaran kendaraan udara tak berawak, dipahami menggunakan kecerdasan buatan di beberapa UAV serang bermuatan bahan peledak mereka.
Dalam sebuah artikel September lalu, majalah Forbes menggambarkan Rubicon sebagai "salah satu kekuatan paling efektif di garis depan," yang telah memperluas zona pembunuhan, khususnya mempersulit logistik Ukraina.


No comments:
Post a Comment