Friday, 30 January 2026

Perusahaan Nikel Rusia Mau Merekrut Lulusan SMK untuk Dilatih dan Digaji Rp 43 Juta

Perusahaan Nikel Rusia Mau Merekrut Lulusan SMK untuk Dilatih dan Digaji Rp 43 Juta

Perusahaan Nikel Rusia Mau Merekrut Lulusan SMK untuk Dilatih dan Digaji Rp 43 Juta




Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, jalin kerja sama untuk rekrut lulusan SMK RI. Foto: ANTARA






RUSAL (The Russian Alumunium, Русский алюминий, bahasa Rusia red), Perusahaan aluminium raksasa asal Rusia, siap merekrut lulusan SMK Indonesia dalam program pengembangan keterampilan tinggi. Mereka akan menempuh pendidikan dan berkesempatan mendapat kontrak kerja dengan gaji Rp 43,8 juta.







Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, inisiatif tersebut adalah selaras dengan visi pemerintah untuk memajukan PMI (Pekerja Migran Indonesia) berkualitas tinggi.


Mukhtarudin menyebut, bahwaini adalah bagian dari program "SMK Go Global" yang juga bagian "Quick Win" Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk melatih dan menempatkan lulusan SMK terampil di pasar internasional dan dilindungi


"Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi," kata Mukhtarudin dikutip Antara, hari Rabu, 28/01/2026.


"Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut," lanjut dia.


Mukhtarudin mengaku siap menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan keterampilan dasar yang mumpuni untuk mengikuti masa pendidikan di Rusia serta menyelaraskan kurikulum vokasi, khususnya di sektor pengelasan agar sesuai dengan sistem yang berlaku di sana.


Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


Hal itu dilakukan untuk memastikan para PMI langsung terserap di proyek-proyek strategis nasional usai menyelesaikan pendidikan vokasi bersama Rusal.



Rekrut 50 Lulusan SMK



Perwakilan RUSAL, Alexey Mirsky menyebut akan mengundang 50 lulusan SMK terbarik di Indonesia. Mereka awalnya akan mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Rusia.


Program pendidikan dan pelatihan ini akan berlangsung selama satu tahun. Keahlian teknis alumni SMK ini akan dimantapkan pada lima bidang utama, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.


Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan SMK ini akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektro pengelasan. Jika berhasil mencapai standar Rusia, gaji yang bisa didapatkan mencapai Rp 43,8 juta.


"Jika mereka berhasil mencapai 'grade' 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta)," papar Mirsky.


Kontrak kerja yang akan diberikan pada lulusan SMK rencananya dilakukan dengan skema "knowledge sharing". Artinya, ada 25 orang bekerja di Rusia dan 25 lainnya bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia.


KP2MI juga memastikan akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM. Sehingga, lulusan SMK yang telah menyelesaikan pendidikan bisa langsung terserap di proyek-proyek strategis



Mulai Siap pada Mei 2026



Kini, baik KP2MI dan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov serta perwakilan RUSAL Alexey Mirskiy sepakat menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis. Program ini akan dimulai dengan proses rekrutmen yang diharapkan digelar pada Mei 2026 mendatang.


Pemberangkatan lulusan SMK untuk menempuh pendidikan di Rusia ditargetkan pada September 2026. Untuk mendukung program ini, Mukhtarudin menyatakan pihaknya juga akan menyelaraskan kurikulum vokasi, khususnya di sektor pengelasan, agar sesuai dengan sistem yang berlaku di Rusia.



























No comments: