Hasil kesepakatan Hormuz akan memberikan IRAN kendali atas lalu lintas masuk

Hasil kesepakatan Hormuz akan memberikan IRAN kendali atas lalu lintas masuk

Hasil kesepakatan Hormuz akan memberikan IRAN kendali atas lalu lintas masuk




Pemandangan dari drone menunjukkan kapal-kapal di Selat Hormuz, seperti yang terlihat dari Musandam, Oman, pada 15 Juni.






Kesepakatan yang diusulkan antara IRAN dan OMAN untuk membantu mengakhiri perang selama lima bulan antara IRAN dan Amerika Serikat akan memberi Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz, kata seorang sumber senior IRAN dan dua pejabat regional pada hari Rabu, salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada IRAN.







Tidak ada komentar dari AS mengenai proposal tersebut. Jika Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan untuk membuka kembali selat tersebut sudah dekat, ini hanyalah bualan trump, Meskipun para pejabat AS telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah menyetujui Iran mengendalikan akses ke jalur perdagangan terpenting di dunia untuk pasokan energi, ini juga tidak akan menurunkan keputusan IRAN dari hasil kesepakatan bersama antara IRAN dan OMAN.


Kesepakatan yang memberikan wewenang kepada IRAN atas lalu lintas melalui selat tersebut memebri arti bahwa perang dengan serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel kepada IRAN pada bulan Februari telah mengakibatkan pergeseran besar dalam keseimbangan kekuatan regional yang menguntungkan Teheran. Sebelum perang, selat tersebut terbuka bebas untuk semua kapal tanpa biaya.


Di tengah upaya diplomatik yang lebih luas di kawasan tersebut, IRAN dan OMAN telah terlibat dalam pembicaraan bilateral mengenai selat yang masing-masing mereka kendalikan melalui jalur utara dan selatan. Iran melaporkan "kemajuan signifikan" dalam pembicaraan tersebut dan mengatakan bahwa perjalanan masuk dan keluar akan melewati perairan Iran.


IRAN juga telah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru AS terhadap wilayahnya akan memicu pembalasan terhadap infrastruktur energi penting di seluruh kawasan, Teheran berupaya meningkatkan biaya aksi militer dengan mengancam sekutu regional terdekat Washington.





“Peringatan IRAN sangat tegas: jika Amerika menargetkan infrastruktur IRAN, mereka akan membalas dengan menyerang fasilitas energi Teluk dan target regional lainnya,” kata salah satu sumber Teluk. IRAN telah membalas dengan rudal dan drone terhadap sekutu Washington di kawasan itu, sambil juga menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi selat tanpa izinnya.


Mengenai kesepakatan apa pun antara IRAN dan OMAN, sumber-sumber regional dan IRAN memperingatkan bahwa masih ada masalah signifikan yang belum terselesaikan dan juga menolak dengan tegas saran dari Trump bahwa kesepakatan untuk membuka kembali selat tersebut sudah dekat.


“Konsesi telah dibuat mengenai beberapa bentuk kontrol atas Hormuz,” kata salah satu sumber regional.


Sumber regional lainnya mengatakan masih ada detail yang perlu ditentukan tentang bagaimana “kontrol” akan didefinisikan, dengan para negosiator Teluk bersikeras agar negara-negara regional mengawasi inspeksi kapal, dan bahwa pembayaran biaya apa pun bersifat sukarela.







Menurut pejabat senior IRAN, IRAN menginginkan biaya antara 5% dan 7% dari harga kargo dari kapal-kapal yang menggunakan selat tersebut. Oman sedang membahas biaya sekitar 3%.


Sumber senior Iran tersebut mengatakan bahwa teks perjanjian yang sudah ada di meja perundingan membayangkan Iran memiliki kendali atas kapal-kapal yang menuju Teluk melalui selat tersebut, dan salah satu poin utama yang menjadi kendala adalah peran apa yang akan dimiliki Iran atas kapal-kapal yang menuju ke arah sebaliknya.


Dalam komentarnya kepada kantor berita resmi IRAN, IRNA, Wakil Menteri Luar Negeri IRAN KAZEM GHARIBABADI mengatakan, bahwa pengaturan tersebut "dirancang sedemikian rupa sehingga kapal-kapal komersial akan melewati perairan teritorial IRAN, baik pada perjalanan masuk maupun keluar."


Ia mengatakan pembicaraan dengan OMAN telah “mencapai pemahaman mendasar” dan menambahkan: “Kemajuan ini hampir rampung.”


GHARIBABADI juga mengatakan IRAN telah menerima pesan dari Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa mereka “sepenuhnya siap untuk kembali pada komitmennya” berdasarkan nota kesepahaman pertengahan Juni dengan IRAN asalkan penghentian segera operasi militer.


Ia mengatakan ini adalah syarat untuk pembukaan kembali selat tersebut, sambil menambahkan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir.





Trump, yang pada awal perang mengatakan bahwa perang akan berakhir dengan "penyerahan tanpa syarat" IRAN dan dengan persetujuannya atas pilihan pemimpinnya, telah berada di bawah tekanan untuk menemukan jalan keluar dari konflik yang ditentang oleh pemilih AS dengan perbandingan dua banding satu menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial pada bulan November.


Hasil yang tidak menguntungkan Amerika Serikat yang berujung pada statement -statementnya yang semakin memprlihatkan rasa frustasi trump, yang telah gagal total menaklukkan IRAN, hal yang sama saat gagal di Vietnam dan Afghanistan. Intinya Amerika Sèrikat tidak pernah menang perang, jika satu negara memiliki nyali untuk melawannya.


Upaya militer AS selama berbulan-bulan, termasuk kampanye serangan selama dua minggu pada bulan Juli, belum mampu mematahkan cengkeraman IRAN dan IRAN masih kokoh sebagai penguasa dan pemilik kewenangan di selat tersebut.


Komandan AS memberi tahu Trump pada bulan Juli bahwa mereka kehabisan beberapa amunisi. Mereka melaporkan pada hari Selasa bahwa Angkatan Darat AS telah menggunakan hampir semua rudal presisi jarak jauhnya.


Harga minyak mentah anjlok selama dua hari terakhir setelah Trump membatalkan serangan baru terhadap IRAN, dengan alasan pembicaraan yang menurutnya dapat mengakhiri konflik.


Harga sedikit turun pada hari Rabu, meskipun kerugian dibatasi oleh embargo maritim yang diumumkan oleh Houthi Yaman yang bersekutu dengan IRAN terhadap pelabuhan dan kapal Saudi, yang meningkatkan risiko bagi pelayaran di Laut Merah.


Houthi mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Saudi di lepas pantai kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah dan serangan rudal lainnya terhadap kapal tanker minyak Saudi di Teluk Aden. Tidak ada konfirmasi dari Saudi mengenai kedua insiden tersebut.


Baru IRAN sebagai negara Islam, yang mampu mengalahkan Amerika Serikat dengan segala kesombongan dan arogansi elite - elite AS.


Sepertinya kekalahan Amerika Serikat juga sangat tidak diharapkan oleh TVONE, KOMPAS TV, iNEWS, METROTV yang setiap hari seolah merasa bangga menyiarkan pidato bualan trump ke seantero negeri.


Mungkin juga kekalahan trump juga tidak disukai oleh Prabowo, yang pada awalnya merasa bangga bergabung Board of Peace, yang anggotanya boneka Amerika Serikat, yakni salah satunya Saudi Arabia, yang bahkan Prabowo dalam satu pidatonnya membangun narasi IRAN membangun senjata NUKLIR.






























Comments

Popular posts from this blog

Kapolri Perintahkan Kabareskrim Selidiki Teror Kepala Babi-Bangkai Tikus di Kantor Tempo

Elon Musk sells X

Wudhu Pembuka Shalat