Abbas Araqchi - Pembicaraan dengan AS Tidak Akan Pernah Terjadi

Abbas Araqchi - Pembicaraan dengan AS Tidak Akan Pernah Terjadi

Abbas Araqchi - Pembicaraan dengan AS Tidak Akan Pernah Terjadi




Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menghadiri konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein (tidak terlihat dalam foto), di Baghdad, Irak, 28 Juni 2026. REUTERS/Thaier Al-Sudani/File... Beli Hak Lisensi, membuka tab baru Baca selengkapnya






IRAN dan AS tidak terlibat dalam pembicaraan. Teheran tidak akan memulainya selama Washington melanggar kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi pada hari Minggu, 09/08/2026.







Araqchi mengingatkan lagi posisi IRAN, bahwa kesepakatan tentang Selat Hormuz antara Teheran dan Muscat berada dalam "tahap akhir" tetapi tidak akan membuka kembali jalur air strategis tersebut.


Demikian komentarnya yang dilaporkan oleh kantor berita Mehr, ia mengatakan kesepakatan itu akan menetapkan jalur pelayaran baru yang akan digunakan setelah AS memenuhi persyaratan lain dan selat tersebut dibuka kembali untuk lalu lintas.








Perang IRAN membuat AS Kelangkaan Amunisi membuat sekutu AS di Asia kurang terlindungi – NYT



Kelangkaan amunisi akut yang disebabkan oleh perang IRAN telah melemahkan jaminan keamanan AS kepada sekutunya di Asia, demikian dilaporkan The New York Times pada hari Sabtu, mengutip para pejabat senior.


Kampanye tersebut, yang diluncurkan dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap IRAN pada 28 Februari, telah menguras persediaan rudal dan pencegat berpemandu presisi yang mahal, menunda pengiriman ke pelanggan asing, terutama di Asia, di mana dampak jangka panjangnya mungkin paling besar, kata laporan itu. Ditambahkan bahwa "ratusan" pencegat telah ditarik dari Korea Selatan dan tempat lain di Asia untuk melindungi pangkalan Amerika di Timur Tengah.


Selama serangan terhadap IRAN, AS menggunakan banyak rudal Tomahawk dan rudal lainnya yang awalnya dicadangkan untuk potensi konflik dengan China atas Taiwan, kata Times.






Menurut surat kabar tersebut, beberapa pejabat AS khawatir bahwa Korea Selatan dan Jepang dapat mulai meragukan kemampuan Amerika untuk melindungi mereka di tengah ketegangan dengan Tiongkok dan Korea Utara. Para pejabat juga mengatakan kepada publikasi tersebut bahwa memindahkan kapal, pesawat, dan unit pertahanan udara dari Asia ke Timur Tengah memiliki "konsekuensi berantai" terhadap pemeliharaan peralatan dan moral pasukan.


Lebih dari 1.500 rudal pencegat Patriot telah digunakan dalam konflik dengan IRAN, sehingga menyisakan kurang dari 1.700 dalam inventaris AS, kata Times.


Presiden AS Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth kembali membual dengan membantah adanya kekurangan amunisi, menuduh media menyebarkan informasi yang salah. Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval minggu ini, Trump mengklaim bualannya bahwa negara tersebut memiliki persediaan yang "tidak terbatas".


Lucunya setelah klaim itu, justru makin terlihat bualan trump tentang AS memiliki persediaan yang 'tidak terbatas', Trump menyalahkan pendahulunya, Joe Biden, atas apa yang ia sebut sebagai pemberian senjata kepada Ukraina "secara cuma-cuma," yang menyiratkan bahwa AS sekarang membutuhkannya untuk perang dengan Iran.


"Kami juga menginginkan rudal," katanya ketika ditanya apakah ia akan mengirimkan lebih banyak rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina.

































Comments

Popular Posts