Setelah hari selasa 14 April 2020, Presiden Donald Trump mengumumkan kepada publik, AS akan menghentikan dana kepada WHO. Ternyata hari ini ia mendapat banyak respon negatif atas keputusannya itu, tak terkecuali Bill Gates. Bill Gates dengan tegas mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat itu.
Pendiri Microsoft menbuat tweet di twitter: "Pekerjaan mereka memperlambat penyebaran COVID-19 dan jika pekerjaan itu dihentikan tidak ada organisasi lain yang bisa menggantikan mereka. Dunia membutuhkan @WHO sekarang lebih dari sebelumnya."
Halting funding for the World Health Organization during a world health crisis is as dangerous as it sounds. Their work is slowing the spread of COVID-19 and if that work is stopped no other organization can replace them. The world needs @WHO now more than ever.
— Bill Gates (@BillGates) April 15, 2020
Lawan politiknya Ketua Senat yang juga penggagas impeachment Presiden AS, Nancy Pelosi menyalahkan Trump "mengabaikan peringatan" tentang pandemi karena menyebabkan "kematian yang tidak perlu
Now more than ever, we need the truth. And the truth is that Donald Trump dismantled the infrastructure handed to him which was meant to plan for and overcome a pandemic, resulting in unnecessary deaths and economic disaster.
— Nancy Pelosi (@SpeakerPelosi) April 15, 2020
Mantan kepala OFDA (Bantuan Bencana Asing AS) dan USAid, Jeremy Konyndyk membalas tweet Bill Gates yang menguatkan tweet Bill Gates: "Penting untuk dicatat jika WHO dirusak, tidak ada org lain yang siap mengisi kekosongan. WHO memiliki kapasitas teknis, kredibilitas dengan kementerian kesehatan, keahlian penelitian, otoritas hukum yang tidak ada di tempat lain. USG tidak bisa hanya mendanai NGO untuk mengambil kelonggaran sebagai gantinya.
This is lunacy. Truly. https://t.co/FTW9fEJ1BY
— Jeremy TEST/TRACE/ISOLATE Konyndyk (@JeremyKonyndyk) April 14, 2020
Menurut Jeremy Konyndyk, pejabat WHO melaporkan pada 23 Januari bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di Tiongkok
Konyndyk menambahkan dalam Twitter bahwa itu adalah "kegilaan" untuk menyalahkan WHO atas kesalahan Gedung Putih.
“Ini bukan tentang kesalahan WHO atau kebutuhan untuk reformasi; ini tentang membuat kambing hitam untuk ketidakmampuan pemerintah Amerika Serikat sendiri."
No comments:
Post a Comment