IRAN tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup meskipun ada kesepakatan rute dengan Oman

IRAN tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup meskipun ada kesepakatan rute dengan Oman

IRAN tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup meskipun ada kesepakatan rute dengan Oman




Kapal-kapal di Selat Hormuz terlihat di dekat pantai Bandar Abbas, Iran, 25 Agustus 2026.






Wakil Menteri Luar Negeri IRAN, Kazem Gharibabadi, memperingatkan pada hari Rabu bahwa tidak ada kapal militer yang akan diizinkan melewati Selat Hormuz.







"Kami menutup Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat memberlakukan blokade ekonomi karena Amerika Serikat gagal memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman," kata Gharibabadi, menurut kantor berita negara IRNA.


Teheran telah memblokade jalur air penting tersebut, yang menjadi jalur lalulintas angkutan sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair dunia.


Gharibabadi mengatakan bahwa tidak ada kapal militer dari negara mana pun yang akan diizinkan melewati selat tersebut, sementara otoritas IRAN akan memantau kapal komersial yang berupaya menyeberanginya.


"Sebelum tindakan apa pun diambil untuk membuka kembali Selat Hormuz, Amerika Serikat harus sepenuhnya melaksanakan semua komitmen yang telah dilanggarnya," katanya, menyerukan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, mencabut blokade, dan menyelesaikan situasi di Yaman.


Yaman, yang terlibat dalam konflik sipil selama lebih dari satu dekade, pada bulan Juli menjadi negara terbaru yang terseret ke dalam perang Timur Tengah ketika Houthi yang didukung Iran membatalkan gencatan senjata tahun 2022 dengan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.


Gharibabadi mengatakan pada hari Rabu bahwa klaim pembersihan ranjau laut yang disampaikan trump, hanyalah "propaganda dan tipu daya", menambahkan bahwa IRAN akan menargetkan kapal penyapu ranjau AS yang memasuki wilayah tersebut.


Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pada hari Selasa bahwa ia berharap IRAN dan Oman akan "segera mengumumkan" koridor sementara di selat tersebut.


"Pengelolaan selat di masa depan dan solusi permanen akan menyusul pada waktunya," tulisnya di X setelah pembicaraan di Teheran.






Negosiasi teknis akan terus berlanjut untuk menentukan "koridor navigasi permanen dan administrasi Selat di masa depan, serta mekanisme untuk berbagi informasi, manajemen lalu lintas, dan penyediaan layanan navigasi dan keamanan yang relevan," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.


Di ibu kota IRAN, antrean panjang terbentuk di SPBU setelah pihak berwenang mengatakan kuota bahan bakar akan ditinjau ulang.


IRAN telah bergulat dengan inflasi yang sangat tinggi sebelum perang, yang memicu gerakan protes anti-pemerintah yang mencapai puncaknya pada bulan Januari.


Gharibabadi mengatakan bahwa respons Iran terhadap sanksi AS adalah "menargetkan kepentingan ekonomi mereka".


Departemen Keuangan mengatakan sanksi sekunder yang diperluas akan menargetkan aset digital IRAN dan sektor teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan.


Langkah-langkah tersebut berdampak pada entitas di seluruh dunia, termasuk di Uni Emirat Arab, Hong Kong, Tiongkok, Singapura, dan Eropa.


Harga minyak terus menurun pada hari Rabu karena kekhawatiran akan peningkatan ketegangan militer di Timur Tengah mereda.









































Comments

Popular Posts