Para Keluarga Palestina dikepung oleh 'teroris' Israel – Kata Duta Bedar AS untuk Israel

Para Keluarga Palestina dikepung oleh 'teroris' Israel – Kata Duta Bedar AS untuk Israel

Para Keluarga Palestina dikepung oleh 'teroris' Israel – Kata Duta Bedar AS untuk Israel




Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee. ©Global Look Press/Keystone Press Agency/Will Oliver - Pool via CNP






Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut para pemukim Israel yang mengepung tiga keluarga Palestina di rumah mereka di Tepi Barat sebagai "teroris." Pengepungan yang berlangsung selama beberapa hari ini menargetkan beberapa properti, termasuk satu milik warga negara ganda AS.







Menurut PBB, blokade di desa Qusra dimulai Minggu lalu, menyebabkan sekitar 15 warga Palestina, termasuk setidaknya dua anak, terjebak di rumah mereka tanpa akses listrik atau air. Warga Palestina juga diyakini kehabisan makanan dan obat-obatan.


Huckabee, yang dikenal karena pandangan pro-Israel dan dukungannya terhadap gerakan pemukim, mengeluarkan teguran langka ini dalam sebuah unggahan di X pada hari Kamis.


“Tindakan mereka yang melakukan ini terhadap rumah keluarga Palestina adalah tindakan kriminal… Tindakan mereka yang melakukan aksi teror mengerikan ini yang bertujuan untuk mengintimidasi dan melecehkan keluarga ini sangat menjijikkan. Tidak ada alasan untuk perilaku brutal seperti itu,” tulis diplomat tersebut.


Utusan AS itu juga mengklaim bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan polisi telah menyingkirkan "teroris Israel" dari Qusra atas permintaan Kedutaan Besar AS.







IDF mengklaim pada hari Kamis bahwa pasukannya telah "membongkar dua pos terdepan ilegal" yang didirikan oleh para pemukim di pinggiran daerah Qusra dan Jalud, dan menahan satu warga Israel. Dalam sebuah unggahan di X, IDF juga mengatakan bahwa pasukannya akan "melakukan misi pertahanan dan patroli di daerah tersebut untuk menjaga keamanan dan melindungi daerah tersebut."






Namun, pengepungan tampaknya terus berlanjut tanpa henti, dengan para pemukim masih menghuni desa yang terletak di selatan kota Nablus.


Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak Perang Enam Hari tahun 1967, adalah rumah bagi sekitar tiga juta warga Palestina dan lebih dari 500.000 warga Israel. Warga Israel tinggal di puluhan pemukiman, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.


Israel bersikeras bahwa Tepi Barat adalah wilayah sengketa dengan ikatan sejarah dan alkitabiah yang mendalam dengan bangsa Yahudi.


Pada pertengahan Juli, pemerintah Israel mengalokasikan 1,3 miliar shekel ($431 juta) untuk membangun 34 pemukiman baru di Tepi Barat, meskipun kritik terhadap kebijakan ekspansionisnya semakin meningkat dari PBB, negara-negara Arab, dan banyak negara anggota Uni Eropa.


Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina telah meningkat di Tepi Barat sejak serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, yang memicu konflik besar di Gaza.


Charlotte Dubenskij dari RT melakukan perjalanan ke Qusra tetapi tidak dapat mencapai rumah-rumah Palestina yang terkepung ketika para pemukim Israel mengganggu krunya. Hal itu terjadi meskipun ia telah menerima izin dari IDF.


Saksikan laporan lengkap RT dari daerah tersebut di bawah ini.











































Comments

Popular posts from this blog

Kapolri Perintahkan Kabareskrim Selidiki Teror Kepala Babi-Bangkai Tikus di Kantor Tempo

Elon Musk sells X

Wudhu Pembuka Shalat