Semakin Meluas Kebakaran Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede

Semakin Meluas Kebakaran Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede

Semakin Meluas Kebakaran Suryakencana Taman Nasional Gunung Gede




Kebakaran melanda sekitar 1 hektare lahan di Kawah Wadon Gunung Gede, Cianjur. BPBD mengerahkan 25 petugas dan relawan untuk membantu pemadaman. Foto: Chatgpt






Kebakaran lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cianjur, semakin meluas, hari Minggu, 09/08/2026. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat sekitar 150 petugas gabungan dan relawan masih berjibaku berupaya memadamkan api yang membakar lahan di kawah Wadon Gunung Gede, dengan luas lahan terbakar yang terus bertambah.







Juru Bicara Balai Besar TNGGP Ade Bagja mengatakan, memasuki hari kedua penanganan, jumlah petugas dan relawan yang datang terus bertambah guna membantu pemadaman lahan yang terus meluas, terutama di kawasan kawah Wadon.


Petugas gabungan terdiri atas TNI/Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, dan puluhan relawan dari berbagai organisasi dan perorangan, terus berupaya memadamkan api yang membakar sekitar enam hektare lahan, dengan cara manual.


”Kendala pemadaman karena lokasi yang sulit dijangkau, ditambah banyaknya pepohonan kering yang mudah terbakar, sehingga menyulitkan petugas dan relawan. Untuk data pasti, kami masih menunggu,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Minggu 9 Agustus 2026.


Terkait dengan penyebab kebakaran, kata dia, berdasarkan hasil penelusuran awal, diduga karena faktor alam. Rumput dan pohon yang mengering terbakar akibat suhu panas cukup tinggi di kawah Wadon, sehingga menyulut kebakaran.


Sebelum terjadi kebakaran, tidak ada aktivitas manusia di kawasan tersebut. Guna memastikan, pihaknya masih menunggu laporan petugas dan tim di lapangan yang masih berupaya memadamkan api.


”Kemungkinan besar kebakaran di kawah Wadon karena faktor alam, suhu panas membakar rumput yang mengering sehingga menjalar ke pohon dan tanaman lainnya. Namun, hal tersebut nanti akan didalami petugas,” katanya.



Sulit dijangkau



Informasi dari petugas dan relawan, hingga hari kedua penanganan ratusan petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang membakar lahan di kawah Wadon Gunung Gede. Api terus menjalar ke sejumlah lokasi yang sulit dijangkau.






Angin yang bertiup kencang sejak pagi hingga petang membuat api dengan cepat menjalar ke lahan lain, di mana luas lahan yang terbakar mencapai enam hektare lebih, dan sebagian besar sulit dijangkau petugas dan relawan.


”Sekitar 150 orang petugas dan relawan masih berjibaku memadamkan api agar tidak terus menjalar dan meluas. Angin kencang dan alat seadanya membuat api dengan cepat menjalar,” kata petugas BPBD Cianjur Ombing.



Tutup



Guna mendukung efektivitas pemadaman darurat serta menjamin keselamatan pengunjung, Balai Besar TNGGP memutuskan untuk menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango.


Kepala Balai Besar TNGGP Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, penutupan berlangsung selama lima hari, terhitung 7-11 Agustus 2026. ”Penutupan dilakukan untuk menjamin keselamatan pendaki dan masyarakat, sekaligus mendukung efektivitas penanganan kebakaran oleh tim gabungan di lapangan,” katanya.


Bagi calon pendaki yang telah melakukan pendaftaran online pada rentang tanggal penutupan tersebut, pihak pengelola menyediakan mekanisme pengembalian dana (refund) yang diproses melalui kontak resmi WhatsApp Balai Besar TNGGP.


Sementara itu, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni menyebutkan, dugaan sementara kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terjadi akibat faktor alam.


“Kemungkinan karena faktor alam, bisa saja karena gesekan ranting atau daun kering serta kondisi cuaca panas akibat musim kemarau,” pungkasnya.


Sebelumnya, kebakaran melanda lahan kawasan TNGGP Cianjur selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda.


Pada hari Kamis, 06/8/2026, sekitar pukul 15.00 WIB, kebakaran melanda kawasan Alun-alun Suryakancana yang lokasinya mendekati Gunung Gumuruh. Dengan alat seadanya, api bisa dipadamkan setelah tiga jam penanganan.


Kemudian pada hari Jumat, 07/06/2026, kebakaran kembali melanda. Api semula muncul pada pagi hari lalu kemudian membesar pada siang hari. Bahkan hingga Jumat malam api masih belum padam.































Comments

Popular posts from this blog

Kapolri Perintahkan Kabareskrim Selidiki Teror Kepala Babi-Bangkai Tikus di Kantor Tempo

Elon Musk sells X

Wudhu Pembuka Shalat